Pakai Gas Alam, Ciptakan Green City

Pakai Gas Alam, Cipatakan Green City
Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya. foto: arya wiraraja/enciety.co

Minyak bumi dan kekayaan alam yang sekian lama dipergunakan oleh manusia diperkirakan akan segera habis. Bila tidak disikapi dengan bijak, manusia akan dilanda dengan krisis energi. Dan sekarang, saatnya setiap manusia harus bisa mendayagunakan energi alternatif untuk menopang kehidupan di muka bumi ini.

Chairperson Enciety Business Consult  Kresnayana Yahya mengatakan bila masyarakat sudah terbiasa memakai pemakaian energi alternatif seperti gas alam yang menggantikan minyak, maka keadaan alam ini akan lebih baik.

“Pemakaian energi alternatif seperti gas alam keuntungannya tidak hanya double namun bisa triple,” tegas Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (13/11/2015).

Dosen Statistika ITS Surabaya ini mencontohkan bila mobil memakai gas alam sebagai bahan bakar pengganti bensin, maka kondisi dunia ini akan lebih bagus. Karena dengan pemakaian gas alam dibanding bensin, pembakaran untuk bahan bakar akan lebih sempurna dan efisiensi lebih tinggi.

Selain itu, Kresnayana berharap timbulnya gagasan baru untuk pemakaian energi gas alam. Ia menyebutkan bila di Tiongkok saja, kini tidak hanya mobil yang menggunakan gas alam namun juga lemari es dan air conditioner  lebih banyak memakai gas dibandingkan menggunakan listrik.

“Gas alam membuat aman, tidak ribet, dan lebih murah. Dan hal ini akan memberikan dampak berantai dalam pengeluaran rumah tangga atau pengusaha bila pemakaiannya dilakukan secara kontinyu dan berkelanjutan,” harapnya.

Di tempat yang sama Krisdyan Widagdo Adhi, Department Head, Services, -PT PGN Regional II, mengatakan bila kini pihaknya terus berupaya agar pemakaian gas alam dapat dipakai oleh semua rumah tangga di kota Surabaya.

Menurut dia, pihak PGN regional II sendiri telah melakukan MoU dengan pihak Pemerintah Kota Surabaya. “Program kami bersama Pemkot Surabaya untuk menciptakan green city atau kota bersih dan nyaman bebas dari polusi. Itu semangatnya,” tegas Krisdyan Widagdo.

Kini, PGN telah intens dengan pemkot guna memohon izin penggalian agar semua wilayah dapat terjangkau oleh gas alam. “Sekarang wilayah Surabaya Timur yang akan menjadi tujuan kami sebelum ke tempat lainnya,” pungkasnya. (wh)