Pahlawan Ekonomi Terbukti Efektif jadi Sandaran Hidup

Pahlawan Ekonomi Terbukti Efektif jadi Sandaran Hidup
Trully Nurul Ervandyary (101 True Fashion Earth) dan Yulianingsih (pemilik Nabitha Catering), Monica Hariadi (pemilik MJ Bakery Pastry)

Pendidikan formal di Indonesia hingga kini belum banyak menyentuh dan mengajari muridnya tentang keberanian untuk berusaha. Begitu juga masyarakat hanya diajari sejak kecil oleh lingkungannya untuk hanya menjadi pegawai.

Masyarakat belum diajari pentingnya untuk berwiraswasta atau menjadi pengusaha. Di Kota Pahlawan sendiri melalui Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, mempunyai program untuk menjawab tantangan tersebut. Namanya Pahlawan Ekonomi (PE) Surabaya.

CEO Enciety Businese Consult Kresnayana Yahya mengatakan, sejak 2010 lalu Pemkot Surabaya menjembatani agar masyarakatnya bisa dan mau menjadi pengusaha sendiri.

“Program itu adalah Pahlawan Ekonomi yang terbukti efektif menjadi sandaran hidup para keluarga di Surabaya tanpa perlu kerja di luar dan cukup didalam rumah,” kata Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (6/2/2015).

Pahlawan Ekonomi (PE) sendiri dibuat untuk membuat saluran pelatihan agar semua warga Surabaya tahun dan menjadikan sebuah proses menjadi sesuatu nilai yang berharga.

Sejak tahun 2010 lalu dimulailah pembinaan warga dari tingkat kelurahan yang mau diajak berlatih. Dilanjutkan di tingkat kecamatan dan dibuatlah roadshow serta kegiatan bersama di Kapas Krampung Plaza.

“PE meyakinkan mereka (warga red) untuk bisa berproduksi. Terserah bisa nya masak, ya masak, atau pelatihan aksesoris dan perlengkapan rumah tangga. Semuanya diajarkan disana,” ujarnya.

Menurut dia, di angkatan pertama Pahlawan Ekonomi sendiri hanya diikuti oleh 82 orang dan sekarang sudah mencapai 2 ribu orang. “Di kota sebesar Surabaya, ada 6 persen saja yang bergerak bersama dan bukan dari perusahaan, maka membuat kota bisa berubah perekonomiannya,” tandasnya.

Di tempat sama hadir tiga ibu-ibu pelaku PE yang telah berhasil. Mereka adalah ibu Trully dari One on one True Earth finalis PE 2011, Yulianingsih dari Nabita Catering spesialis makanan Jepang yang meraih juara PE 2014 dan Monica Hariadi MJ bakery and pastry yang menjadi juara PE 2012.

Mereka semuanya mengaku adalah ibu-ibu rumah tangga biasa dan sebelum mengikuti PE hanya menggantungkan uang dari suaminya yang bekerja.

“Semula gak bisa ngapa-ngapain, dan tekun mengikuti pengajaran dari PE akhirnya bisa,” kata mereka serempak.

Para ibu-ibu tersebut terus menerus secara aktif mengikuti pelatihan yang diadakan setiap Sabtu dan Minggu. Para pengajarnya adalah yang benar-benar berkompeten di dalamnya.

Mereka tidak segan-segan untuk terus bertanya kepada para pengajar apa yang belum mereka ketahui. Seperti pembuatan roti Bu Monica, yang diajari dari pemilihan bahan hingga pembuatan, pengemasan dan penjualannya.

“Kami semua diajari dari nol hingga bisa berusaha menjadi pengusaha sebesar ini,” tutur Monica. (wh)