Pahlawan Ekonomi: Perempuan Papua Diajari Buat Tas Eceng Gondok

Pahlawan Ekonomi: Perempuan Papua Diajari Buat Tas Eceng Gondok

Para perempuan Papua belajar membuat tas dari bahan eceng gondok di Kebaron Indah, Senin (1/8/2016). foto:arya wiraraja/enciety.co

Papua adalah daerah yang memiliki sumber daya alam (SDA) yang melimpah. Namun, keberlimpahan SDA tersebut kurang dapat dimanfaatkan maksimal. Nah, untuk dapat mendorong para masyarakat Papua lebih berkembang, 15 perempuan Papua berkunjung ke Surabaya untuk dapat mengikuti pelatihan Pahlawan Ekonomi.

Senin (1/8/2016) siang, ke-15 perempuan Papua tersebut diajari membuat tas dengan bahan dasar eceng gondok di workshop Wiwit Collection di Kebaron Indah, Surabaya.

Supardi, mentor pelatihan Pahlawan Ekonomi yang juga owner Wiwiwt Collection, mengatakan, mengatakan adanya pelatihan ini karena di Papua tumbuhan yang terkenal sebagai hama atau gulma air itu banyak dijumpai dan tumbuh subur.

“Papua memiliki banyak daerah rawa yang ditumbuhi eceng gondok. Namun, keberadaan tanaman ini belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat Papua,” ujar dia.,

“Sangat disayangkan sekali jika keberlimpahan bahan dasar tersebut jika tidak dipergunakan,” imbuh Supardi.

Untuk itu, kata dia, kali ini ia mengajarkan cara membuat tas eceng gondok mulai dari proses pengolahan bahan dasar hingga penganyaman sehingga menjadi tas yang apik.

Menurut Supardi, untuk menghasilkan produk tas eceng gondok berkualitas tinggi, dibutuhkan ketelatenan dan ketelitian. “Yang kita harus pandai mengolah bahan dasar yang kita pergunakan,” tegasnya.

Pada prosesnya, eceng gondok yang diambil harus dikeringkan dengan cara dijemur kurang lebih selama tiga hari. Setelah kering, pipihkan eceng gondok dengan menggunakan alat bantu. Lalu, siapkan cetakan tas dengan menggunakan kayu yang berbentuk kubus.