Paduan Suara Ubaya Raih Medali Emas Internasional

Paduan Suara Ubaya Raih Medali Emas Internasional
foto:humas ubaya

Paduan suara Universitas Surabaya (Ubaya) menyabet medali emas untuk kategori “Mixed Youth” dan “Musica Sacra” dalam “4th Bali International Choir Festival 2015” di Bali pada 29 Juli-2 Agustus 2015.

“Perlombaan bertaraf international yang diselenggarakan untuk keempat kalinya oleh  BCS (Bandung Choral Society) itu diikuti peserta dari Indonesia, Makedonia, Malaysia, dan Filipina,” kata salah seorang anggota Paduan Suara Ubaya, Sandra Yunita, di Surabaya, Kamis (6/8/2015).

Sementara itu, juri yang didapuk panitia juga berasal dari Filipina, Korea, Spanyol, Indonesia, Makedonia, Malaysia, dan Singapura. Untuk peserta dari Indonesia adalah Surabaya (Ubaya), Palu, Medan, Banten, Malang, Manado, NTT, Papua, Minahasa, Kalimantan, Semarang, Bandung, Purwokerto, dan Magelang.

“Kami tidak menduga akan mendapatkan medali emas di kategori Musica Sacra, karena saingannya sangat ketat,” katanya tentang lomba yang diikuti 41 orang, termasuk peserta ke Surabaya yang kembali ke Kota Pahlawan pada tanggal 5 Agustus 2015.

Setiap peserta diberi waktu 30 menit, pemanasan 10 menit kemudian tampil untuk menyanyikan dua lagu selama 10 menit, dan transit/singgah ke “backstage” 10 menit.

Uji coba panggung kategori Mixed Youth pada tanggal 28 Juli 2015 dan uji coba kategori Musica Sacra pada tanggal 30 Juli 2015. Lokasi perlombaan ada dua, yakni kategori Musica Sacra di Gereja Kristus Yesus Kuta pada 31 Juli 2015, dan kategori Mixed Youth bertempat di Sanur Paradise Plaza Hotel pada tanggal 1 Agustus 2015.

“Setiap peserta bebas memilih tema, Ubaya menyanyikan dua judul lagu pada setiap kategori. Pada kategori Mixed Youth menyanyikan Pemujaan Leluhur dari Suku Indian song at dusk – Rene Clausen dan tema percintaan Ov’e, Lass’, IL bel Viso ¿ komposer Morten Lauridsen,” katanya.

Dalam kategori Musica Sacra, tim Ubaya menyanyikan Kelahiran Tuhan Yesus : Hodie Christus Natus Est- komposer Ruggiero Giovannelli dan Kemuliaan : Gloria – komposer : Jung-Sun Park. Nilai tertinggi kategori Musica Sacra diraih peserta dari Medan, Palu, dan Ubaya, sedangkan kategori Mixed Youth disabet Malaysia 1, Malaysia 2, dan Ubaya.

Xiamen ke Unair

Dalam waktu yang sama (6/8), Rektor Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Prof M Nasih menerima sepuluh orang tamu dari Xiamen, Tiongkok, yang dipimpin oleh Wakil Walikota Xiamen Guo Guirong, dan Wakil Rektor Xiamen University Jianfa Li tersebut.

Selain itu, hadir pula Wakil Rektor Xiamen University Jianfa Li, Wakil Rektor III Unair Prof dr Soetjipto MS PhD, Ketua Badan Perencanaan dan Pengembangan Unair, Tjitjik Srie Tjahjandarie PhD, dan Deputi International Office and Partnership (IOP).

Guo Guirong menjelaskan salah satu universitas terbesar di Tiongkok yang berada di kota Xiamen, yakni Xiamen University, karena itu kerja sama antara Xiamen University dengan Unair merupakan rintisan kerja sama Xiamen dengan Surabaya.

Dalam kesempatan itu, pihak Xiamen University menawarkan kerja sama di bidang pendidikan, khusus dalam bidang ilmu yang berkembang pesat dan populer di Xiamen yakni Kesehatan Masyarakat, Kimia, Kelautan, Farmasi dan Pengobatan Tradisional.

“Saya telah mencari informasi dan mendapati bahwa di Universitas Airlangga terdapat banyak ahli di bidang-bidang tersebut. Saya rasa kita bisa berkolaborasi,” katanya.

Jianfa Li menambahkan di universitasnya juga berkembang penelitian tentang vaksin, salah satunya adalah vaksin hepatitis A.

Selain itu, pihaknya juga mengembangkan Xiamen University di Malaysia dengan lima Fakultas, yaitu Ilmu Informasi dan Teknologi, Kelautan dan Lingkungan, Ekonomi dan Manajemen, Bahasa dan Budaya China, serta Kedokteran.

“Mungkin kita bisa bekerjasama dalam bidang pendidikan, misalnya Profesor dari Universitas Airlangga mengajar di Xiamen University dan sebaliknya Profesor dari Xiamen mengajar di Universitas Airlangga,” ungkapnya. (wh)