PAD Uji Kir Surabaya Meleset dari Target

 

PAD Uji Kir Surabaya Meleset dari Target

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sejumlah sektor. Namun pada sektor pengujian kendaraan (uji kir), PAD Surabaya justru meleset dari target.

Hal itu diakui Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bahwa pemberlakukan uji kir bisa dilakukan di daerah lain membuat pihaknya tidak bisa memastikan PAD Surabaya dari sektor ini.

“Kami kesulitan untuk mencapai target ini (uji kir). Karena uji kir di daerah lain bisa,” ujarnya kepada awak media Minggu (31/8/2014).

Menurut Risma, target PAD dari hasil pengujian kir di Surabaya harusnya mencapai Rp 15 miliar  per tahun. Namun dari catatan Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya yang dipantaunya, pada 2013 saja, Pemkot Surabaya hanya memperoleh Rp 12,5 miliar.

Ditambahkan oleh Kepala Dishub Surabaya Eddie mengaku PAD sebesar Rp 12,5 miliar tersebut diperoleh dari dua wilayah.

“Uji kir Wiyung PAD-nya sebesar Rp 6,1 miliar, dan uji kir Tandes sebesar Rp 6,4 miliar. Untuk uji kir Wiyung pada periode ini sebelumnya ditarget sebesar Rp 7,2 miliar dan uji kir Tandes target semula sebesar Rp 7,8 miliar.

Tidak hanya pada 2013, diakui oleh Eddie, Pada 2010 realisasi PAD surabaya dari sektor ini juga meleset dari target. “Dari target total sebesar Rp 8,3 miliar hanya terealisasi sebesar Rp 7,4 miliar saja.

Sedangkan pada 2011, ada perubahan, realisasi jauh melebihi target.

Awalnya target Rp 10,8 miliar, realisasinya mencapai Rp 12,2 miliar.

Namun PAD pada 2012, kembali anjlok dan tidak memenuhi target semula Rp 15 miliar. Realisasinya hanya Rp 12,7 miliar saja.

Hal ini membuat Risma tidak berupaya untuk mengandalkan pendapatan dari sektor ini. Justru dia akan mengoptimalkan pendapatan dari pajak parkir.

“Hampir setiap sudut kota Surabaya penuh dengan lahan parkir. Dan ini yang akan kita optimalkan untuk menjadi PAD Surabaya,” ucap Risma. (wh)