Bangun Pabrik Pengolahan Karet, PTPN XII Siapkan Rp 100 M

Bangun Pabrik Pengolahan Karet, PTPN XII Siapkan Rp 100 M
Benny Waluyo, Manajer Wilayah III PTPN XII

PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII menginvestasikan Rp 100 miliar untuk membangun pabrik pengolahan karet. PTPN XII telah memilih lokasi untuk pembangunan pengolahan kayu di Desa Pancursari, Kabupaten Malang.

Menurut Manajer Wilayah III PTPN XII Benny Waluyo, investasi pembangunan pabrik pengolahan karet ini sudah dipastikan dan diperkirakan dibangun pada 2015. “Kapasitas pabrik pengolah karet ini nantinya mencapai 7,5 ton per hari dalam bentuk karet kering. Tetapi kapasitas tahun pertama kemungkinan baru mencapai 250 kg per harinya,” kata Benny. Diperkirakan pabrik anyar ini mencapai kapasitas penuh pada tahun 2020 mendatang.

Dibukanya pabrik pengolahan karet ini tak lepas dari kapasitas lahan yang dimiliki PTPN di Kebun Pancursari yang mencapai 375 hektare. Sementara status tanaman belum menghasilkan produksi. PTPN baru bisa memproduksi karet pada 2015-2016.

Kata dia, program terdekat untuk mendukung produksi pabrik pengolahan karet tersebut adalah penanaman karet di lahan seluas 240 hektare tahun ini. Tahun berikutnya menanam karet seluas 241 hektare dan sisanya pada 2016, sehingga total luas tanaman karet di kebun tersebut mencapai 1.000 hektare.

Benny mengakui, tanaman karet ini merupakan pendapatan paling penting baru perusahaan plat merah itu. “Karet merupakan tanaman pokok dan penting karena penghasil utama pendapatan perusahaan. Tanaman kita di Wilayah III berada di Kebun Tretes, Ngawi dan Kebun Gunung Gampir, Jember,” jelasnya.

Realisasi pada tahun 2013, PTPN XII mampu produksi karet di dua kebun tersebut mencapai 128.100 ton atau mencapai 101 persen. Sementara target yang ditetapkan adalah 125.900 ton. Sementara harga karet dipatok USD 2,8 perkilogram, atau pendapatan tahun lalu mencapai USD 358680, atau setara dengan Rp 4.3 miliar untuk karet saja.

Benny menambahkan, harga karet sebesar USD 2,8/kg bukan harga terbaik karena harga karet pernah meroket hingga USD 3/kg. Harga karet sangat dipengaruhi kondisi ekonomi negara-negara maju, seperti Cina dan Amerika Serikat. Sebab, permintaan karet untuk memenuhi kebutuhan indusrti otomotif.(wh)