Owner Bite Ardy Jadi Dosen Kelas Technopreneurship ITS

Owner Bite Ardy Jadi Dosen Kelas Technopreneurship ITS

Dwi Ardhi Nugroho memberi materi kuliah di ITS.foto:ist

Dwi Ardhi Nugroho, owner Bite Ardy anggota Pahlawan Ekonomi Surabaya, mendapat kehormatan mengajar di Institut Teknologi 10 Nopember (ITS) Surabaya. Ardhi dipercaya mengisi materi kuliah di kelas technopreneurship.

Ada dua kelas technopreneur, masing-masing kelas diikuti 45 mahasiswa. Mereka berasal dari berbagai jurusan, yakni Teknik Sipil, Teknik Industri, Teknik Kimia, Teknik Mesin, Teknik Informatika dan Perkapalan

“Ini pengalaman pertama. Jadi ya deg-degan juga, sih,” kata Ardhi kepada enciety.co, Rabu (6/11/2019).

Ihwal dipilihnya Ardhi menjadi dosen tamu dilatarbelakangi sepak terjang dia menekuni bisnis kiliner. Salah satunya, kisah Ardhi pernah menjadi viral setelah ditulis Agus Wahyudi, mentor dan humas Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda, dalam blognya berjudul “Nyentrik, Cowok Ini Punya Trik Jualan Brownies di Mal Tanpa Bayar Sewa.”

Selama bertahun-tahun, Ardhi menjual brownies dari mal ke mal di Kota Pahlawan. Sehari, 20-24 pack brownies habis terjual. Harganya berkisar Rp 55-90 ribu. Dari aksinya, Ardhi berulang kali ditangkap security mal. Fotonya juga dipampang di pos keamanan.

Sebagai pebisnis, Ardhi punya tips dan trik memikat pembeli. Dia mampu mengajak pembelinya bercakap-cakap hingga pelanggannya punya banyak pilihan membeli brownies. Ketrampilan itu pula yang membuat Ardhi punya banyak pelanggan loyal.

“Jumlahnya banyak. Saya gak apal kalau dia kadung ada menyapa, “Mas Ardhi masih ingat saya. Saya dulu sering beli brownies. Saya sekarang di Jakarta, dan seterusnya”. Saya tentu senang. Mereka masih ingat dan suka makan brownies Bite Ardy,” tutur alumnus Teknik Sipil Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, itu.

Selain menjual produk secara offline, Ardhi juga memanfaatkan instrumen digital. Sudah ratusan konten dibuat di Instagram dan Facebook. Dari aktivitas di media sosial, Ardhi mendapat banyak pelanggan baru. Baik di Surabaya maupun di kota-kota lain di Indonesia. Jika dihitung prosentase, 50 persen lebih penjualan produk Bite Ardy dilakukan secara online.

Di kelas technopreneurship itu, Ardhi berkolaborasi dengan dosen ITS. “Dua jam memberi materi kuliah technopreneurship. Senang bisa berbagi dengan mahasiswa ITS dari secuil pengalaman yang saya miliki,” tutur pria kelahiran Surabaya, 14 Februari 1972, itu.

Secara periodik, Ardhi akan mengisi kelas technopreneurship dua kali dalam sepekan. Tepatnya, Selasa dan Jumat. Beberapa materi yang diajarkan di antaranya, kiat memulai bisnis, branding, strategi offline marketing, strategi online marketing, dan return on Investment.(wh)

Berikan komentar disini