Operator Taxi Sulit Konversi BBM ke BBG

Operator Taxi Sulit Konversi BBM ke BBG

 

Konversi bahan bakar minyak ke bahan bakar gas diakui operator taxi sulit untuk direalisasi tahun ini. Ada beberapa persoalan yang mengganjal program konversi BBM ke BBG belum terealisasi.

Kendala paling krusial masalah infrastruktur penyediaan stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG), penetapan tarif dari pemerintah baik tentang harga BBG maupun tarif taxi, dan masalah investasi yang dibutuhkan pihak operator.

Branch Manager Orenz Taxi Iwan Hermawan mengatakan, dibutuhkan goodwill pemerintah untuk mengonversi BBM ke BBG. “Ibarat ayam sama telur dahulu mana. Seperti itulah gamgarannya, apakah menyediakan infrastruktur dahulu atau menunggu pasar,” katanya, Kamis (6/3/2014).

Sejauh ini, pihak Orenz telah melakukan survei dibeberapa negara, seperti Thailand dan Malaysia. Di dua negara itu ketersediaan SPBG mudah didapat karena ketersediaan cukup banyak. Demikian juga dengan angkutan transportasi umum sudah menggunakan BBG.

“Untuk masalah konversi BBM ke BBG, tentu kami masih menunggu kebijakan pemerintah. Kecuali, kami bukan pablik transportasi,” terang Iwan.

Pihak Orenz mengakui untuk investasi BBG kit dibutuhkan sekitar Rp5-6 juta untuk yang biasa. Dampak pembelian BBG kit ini pada penetapan tarif angkutan. Sementara penetapan tarif itu ditentukan oleh pemerintah.

Tahun ini, Orenz taxi menambah 50 armada baru dari Toyota Ethios. Dengan demikian total armada yang dimiliki sebanyak 787. Pada tahun 2005 baru memiliki 337 armada, sedangkan tahun 2008 menjadi 537. Terakhir awal tahun ini 50 armada baru melengkapi kekuatan Orenz.

Dengan kekuatan armada tersebut, Iwan menargetkan pertumbuhan sebesar 50 persen baik dari revenue maupun volume penumpang. Growth revenue itu lebih tinggi dibanding tahun 2013 yang naik sekitar 34 persen dibanding 2012.

Untuk volume penumpang sendiri tahun 2013 lalu rata-rata penumpang perbulannya mencapai 200 ribu. “Dengan kenaikan sekitar 50 persen, kita harapkan perbulannya mencapai 300 ribu penumpang perbulannya,” tutup Iwan.

Orenz belum ada rencana penambahan armada lagi. Meskipun korelasi antara penumpang dengan total armda taxi di Surabaya, mencapai 1 taksi melayani 1.2000 penumpang. Masih besar, tetapi untuk sementara kita perkuat pasar di Surabaya dahulu,” ungkap Public Relation Orenz Dian Rosita. (wh)