Operasi Sutera, Tekan Kriminalitas Surabaya Hingga 70 Persen

Operasi Sutera, Tekan Kriminalitas Surabaya Hingga 70 Persen

Para pejabat saat bertemu di Graha Sawunggaling, Rabu (14/6/2017). foto:sandhi nurhartanto

Selama pelaksanaan operasi Sutera (Surabaya Tertib Ramadan) yang dilakukan tiga pilar, yaitu TNI, Polri dan Pemerintah Kota Surabaya, berhasil menekan angka tindak kriminalitas di kota Pahlawan hingga 70 persen.

“Hingga memasuki hari ke 19 pelaksanaan operasi Sutera, berhasil menekan tindak kriminaltis terutama di kasus 3 C, yaitu curas, curat dan curanmor hingga 70 persen,” kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol M Iqbal di ruang Sawunggaling, Rabu (14/6/2017).

Perwira dengan 3 melati dipundak tersebut menambahkan, nantinya operasi Sutera tersebut akan berlangsung hingga H+7 lebaran di tahun 2017 ini. Selama operasi Sutera, ke 3 pilar ini rutin mengadakan berbagai kegiatan di tengah-tengah masyarakat langsung.

“Mulai dari acara cangrukan, rembukan, kegiatan rutin pengamanan dengan bersepeda, pengamanan saat taraweh dan pembagian takjil. Pada akhirnya, public trust tercapai melalui effort dan kinerja dalam menciptakan suasana aman di masyarakat,” ujarnya.

Iqbal sendiri mengaku optimistis jika dengan berbagai kegiatan yang dilakukan oleh 3 pilar secara bersamaan maka akan menciptakan nol kriminalitas di kota Pahlawan. Dengan menerjunkan 1500 pasukan dari Polrestabes Surabaya untuk mengamankan beberapa titik selama bulan puasa, maka hal tersebut akan tercapai.

“Pasukan ini akan bergerak untuk mengamankan seperti di pusat perbelanjaan, toko emas, pegadaian dan perbankan. Kami berusaha menekan angka kriminalitas hingga 0,” terusnya.

Sekretaris Kota (Sekkota) Surabaya Hendro Gunawan mengapresiasi kinerja 3 pilar di dalam operasi Sutera yang baru pertama kali diadakan di negara Indonesia. “Ke depan kami akan terus menjalin komunikasi dengan jajaran kepolisian dan TNI untuk mendukung kota Surabaya lebih aman lagi,” kata Hendro. (wh)