Operasi Pasar Ramadan Digelar 16 Juni

Operasi Pasar Ramadan Digelar 16 Juni
sumber foto: tribunnews

Program operasi pasar (OP) jelang bulan suci Ramadan dan menyambut Lebaran bakal kembali digelar Pemprov Jatim. OP digelar mulai 16 Juni mendatang dan rencananya akan di-launching di Gedung Negara Grahadi oleh Gubernur Jatim Soekarwo.

“Operasi pasar ini dilaunching Pak Gub di Grahadi 16 Juni. Pelaksanaan tahap pertama digelar hingga 15 Juli atau selama sebulan. Namun tak menutup kemungkinan bisa diperpanjang jika dari hasil evaluasi masih perlu dilakukan stabilisasi harga saat lebaran nanti,” kata Kepala Perum Bulog Divre Jatim Witono, Kamis (29/5/2015).

Dalam menyiapkan OP tersebut, pihaknya menyatakan siap dan kini Bulog dalam kondisi siaga satu. Artinya, seluruh stok kebutuhan logistik untuk operasi pasar telah disiapkan dan dalam jumlah yang tidak terbatas sesuai kebutuhan masyarakat. Adapun komoditi yang dijual seperti tahun lalu, yakni beras kualitas premium, gula pasir, tepung, dan minyak goreng.

Untuk pelaksanaannya, OP akan disebar di 78 titik pasar strategis di seluruh Jawa Timur. Dari seluruh titik, terbanyak di Surabaya, yakni empat titik. Bahkan, pelaksanaannya juga lebih panjang. Jika OP tahun lalu digelar sejak pagi pukul 06.00-12.00 WIB, kini OP dilaksanakan lebih lama hingga pukul 16.00 WIB.

“Saya sudah instruksikan seluruh Subdivre Bulog di Jatim untuk menggelar OP hingga sore sesuai jam kerja pegawai. Kami sebagai abdi negara harus bekerja total untuk melayani masyarakat mulai pagi hingga sore sesuai jam kerja,” tegasnya.

Untuk lebih mengoptimalkan stabilisasi harga, OP tak hanya dilakukan di pasar. Namun juga akan dilakukan mobile (berkeliling). “Tak Cuma di pasar tapi juga mobile di kantorng-kantong keramaian masyarakat. Ini perlu agar seluruh masyarakat Jatim bisa merasakan sembako murah yang disubsidi dari APBD Pemprov Jatim,” ungkapnya. Bahkan, lanjutnya, pelaksanaan OP juga akan diupayakan menyetuh luar pulau seperti di Pulau Kangean wilayah Madura.

Dalam pelaksanaan OP, Bulog juga bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim serta PT JNU (Jatim Nusa Utama). Untuk menyediakan logistik beras OP menggunakan stok beras premium milik Bulog Jatim. Untuk gula pasir kerjasamadengan PT Rajawali Nusantara Indonesia melalui PG Kebon Agung, komoditi tepung kerjasama dengan PT Bogasari, dan minyak goreng dari pihak swasta dengan label Bulogmart.

Ia pun menegaskan jika stok untuk OP sangat cukup. “Kami menegaskan bagi para spekulan pasar yang biasa memainkan harga kebutuhan pokok untuk tidak main-main saat Ramadahan dan Lebaran. OP ini akan menjuial harga kebutuhan pokok lebih murah dari harga pasar karena disubsidi Pemprov Jatim,” tegasnya.

Saat ditanya berapa harga jual beras premium, gula pasir, tepung dan minyak goreng, Witono enggan menjelaskannya saat ini. “Kami masih belum bisa menyebutkan berapa harga jual komoditi OP. Tapi subsidi dari Pemprov Jatim sangat besar dan pasti harga jauh di bawah harga pasar, sehingga spekulan tidak akan bisa memainkan harga,” ungkapnya.

Adapun subsidi yang diberikan Pemprov Jatim dari dana APBD yakni untuk komoditi beras premium sebesar Rp 1.250 per kilogram (kg). Tidak batasi jumlah. Gula pasir disubsidi Rp 1.000 per kg, terigu Rp 500 per kg, dan minyak goreng Rp 1.250 per liter. (kmf/wh)