Operasi Kembar Siam Ponorogo Dibatalkan

Operasi Kembar Siam Ponorogo Dibatalkan

Sempat mengalami kritis lebih dari empat jam, kondisi kembar siam asal Ponorogo, Aldi dan Aldo Wahyu Pratama membaik. Ini menjadi acuan tim Pusat Penanganan Kembar Siam Terpadu (PPKST) RSUD Dr Soetomo Surabaya pada Kamis (14/8/2014), membatalkan keputusan operasi pemisahan darurat.

“Melihat kondisi Aldo dan khususnya Aldi yang sempat kritis. Tadi sore, kami melakukan evaluasi. Hasilnya menunjukkan kondisi kedua bayi semakin membaik,” jelas Ketua tim PPKST RSUD Dr Soetomo Surabaya, dr. Agus Harianto Spk.

Karena itu, menurut Agus pihaknya memutuskan untuk membatalkan langkah operasi. “Secara keseluruhan kami selalu siap. Justru kalau operasi darurat kami lakukan, akan berdampak pada kematian. Besok kami akan evaluasi lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Tim Anestesi PPKST RSUD Dr Soetomo Surabaya, dr. Arie Utarini, Sp. An/Kic (K) kepada awak media menambahkan bahwa kondisi fisik Aldi dan Aldo 70 persen membaik.

“Aldi memiliki kelainan pada jantung. Karena itu, kami melakukan suplai obat-obatan untuk membantu normalisasi denyut jantung Aldi,” jelasnya.

Untuk memaksimalkan obat-obatan yang menyuplai jantung tersebut, pihaknya juga melakukan intubasi atau alat bantu pernapasan untuk menyuplai oksigen ke dalam paru-paru Aldi.

“Kami suplai oksigen sebesar 20 persen saja, jadi bukan 100 persen. Ini membuktikan kondisi korban makin membaik,” bebernya.

Hasilnya, kondisi Aldi dan Aldo semakin membaik. Hingga tim PPKST memutuskan untuk membatalkan langka operasi darurat. “Alhamdulillah kondisi yang awalnya darurat kami turunkan ke level urgent,” ujarnya.

Di level urgent ini menurut Arie, pihaknya masih melakukan penyiagaan selama 24 jam untuk memantau kondisi kedua bayi. “Mengingat kondisi Aldi dan Aldo sering naik turun, jadi kami tetap melakukan penyiagaan. Nanti sewaktu-waktu bisa dilakukan operasi dadakan jika kondisi Aldi dan Aldo drop lagi,” tambahnya.

Sekitar 100 dokter dan perawat PPKST juga mengaku siap on call untuk stand by. “Kalau ada kondisi darurat, kami sudah menyiapkan semua nomer telepon dokter dan perawat untuk segera melakukan tindakan taktis,” imbuhnya.

Sambung Agus melanjutkan, sementara ini pihaknya masih memberikan alat bantu pernapasan menggunakan ventilator agar keadaan terus membaik. Obat-obatan juga terus disuplai ke jantungnya, agar pompa jantung semakin normal.

“Ini memberi kesempatan tim, untuk mempersiapkan operasi lebih baik. Sejauh ini kami melakukan pantauan terus secara ketat. Kita punya kesempatan mempersiapkan lebih baik lagi kalau kondisi bayi semakin membaik,” paparnya. (wh)