One East Residence Bidik Segmen Kelas Premium

 

One East Residence Bidik Segmen Kelas Premium

Surabaya tetap menjadi bidikan utama bagi pengusaha properti. Ini karena Kota Pahlawan dianggap menjanjikan untuk memperluas bisnis properti. Apalagi kebutuhan masyarakat Surabaya untuk memiliki atau menempati hunian apartemen mewah dengan segala fasilitas premium dan interior tetap menjadi kebutuhan utama.

One East Residence, salah satu pengembang termuka, terus menjajaki kebutuhan properti masyarakat Surabaya, khususnya apartemen berkelas premium dengan harga terjangkau.

Direktur One East Residence Budhi Gozali menegaskan, kebutuhan hunian apartemen di kota besar seperti Surabaya cukup besar. Untuk itu, pihaknya terus melakukan inovasi terbaru untuk memenuhi kebutuhan hunian bagi masyarakat Surabaya.

“Animo masyarakat sangat tinggi untuk memiliki hunian ini. Untuk itu, kami apresiasikan dengan kebutuhan masyarakat ini. Proyek One East Residence merupakan apartemen dengan fasilitas lengkap dan mewah dengan harga terjangkau.  Apalagi apartemen ini membidik di sigmen kelas premium,” ungkap Budhi Gozali di Surabaya, Kamis (23/10/2014)

Budhi Gozali menyebutkan, sejak diluncurkan awal Oktober lalu apartemen berkonsep Sky Jacuzzi yang memiliki 287 unit ini dipatok dengan harga Rp 2,2–5 miliar dengan berbagai tipe. Setelah diluncurkan Oktober lalu, tercatat sudah 45 unit terjual.

“Sky Jacuzzi tersedia tipe 1, 2, 3 kamar dengan fasilitas lantai marmet untuk ruang tamu, parket kamar tidur, kitchen cabinet, wardrobe kamar utama higga ac split ducting,” tambahnya.

Sementara Chief Executive Officer One East Residence Alex Wardhana menambahkan, sejak diperkenalkan awal tahun ini, unit apartemen sudah terjual 40 persen dari total unit yang ada sebanyak 287 unit.

Selain apartemen strata tittle, One East yang mengusung konsep mixed used setinggi 33 lantai itu juga memiliki 144 unit untuk service apartemen, pusat belanja, dining resto and cafe dan sky pool with rooftop bar.

“Kita menargetkan pembangunan One East Residence bisa rampung pada kuartal ketiga 2016, dan penjualan bisa mencapai 70 persen pada kuartal dua 2016,” tegas  Alex.

Apartemen yang dibangun di atas lahan 5.042 m2 itu saat ini ditawarkan dengan harga mulai Rp 2,4 miliar per unit untuk tipe studio, atau di kisaran Rp 27 juta per meter persegi. Harga ini telah mengalami kenaikan signifikan sejak pertama dipasarkan.

“Di awal-awal dipasarkan harganya masih di kisaran mulai Rp 1,5 miliar per unit atau sekitar Rp 19,3 juta per meter persegi. Kami berkeyakinan, saat pembangunan selesai, harganya bisa tembus angka Rp 35-40 juta per meter persegi,” pungkasnya. (wh)