Omzet Penjahit Surabaya Naik 40 Persen

Omzet Penjahit Surabaya Naik 40 Persen
Sugito, penjahit di Jalan Kenjeran, mendapat berkah lantaran omzetnya naik di bulan Ramadan. Arta wiraraja/enciety.co

Ramadan jadi bulan penuh berkah bagi pengusaha permak jins dan penjahit pakaian di Kota Surabaya. Pasalnya, selama puasa hingga jelang Lebaran, omzet mereka mengalami kenaikan signifikan.

Sugito (29), pemilik usaha permak jins di Jalan Kenjeran, Surabaya mengaku selama Ramadan usaha omzet naik 40 persen dari hari-hari biasa.

“Selama bulan puasa usaha kami bisa melayani rata-rata paling sedikit 20 orang setiap harinya. Hari biasa rata-rata kami hanya mendapatkan 5 sampai 10 orang,” paparnya saat ditemui enciety.co, Kamis (9/7/2015).

Gito, sapaan akrabnya, menambahkan jika selama Ramadan dirinya mampu mengantongi keuntungan bersih sebesar Rp 500.000 setiap harinya, dibandingkan hari biasa Rp 200 ribu per hari.

Saking ramainya, sambung dia, banyak pelanggannya yang harus menunggu dua sampai tiga hari untuk menyelesaikan orderannya.

Hal serupa diakui Wardi (52), pemilik permak jins di Jalan Kertajaya Surabaya. Ia mengaku usahanya sangat ramai pada bulan Ramadan. “Setiap hari kami kedatangan hampir 30 pelanggan,” tegasnya

Dia menuturkan, kebanyakan pelanggan yang datang menjahitkan baju seragam sekolah anak-anak. “Namun ada juga pelanggan yang membawa baju baru Lebaran yang masih ada label harganya,” terangnya.

Wardi melanjutkan, Ramadan tahun ini memang berbarengan dengan persiapan tahun ajaran baru sekolah 2015. Hal itulah yang dirasa menjadi penyebab meningkatnya omzet para pengusaha permak jins dan penjahit di Kota Surabaya. (wh)