Omzet Pedagang Jasa Tukar Uang Surabaya Turun 60 Persen

Omzet Pedagang Jasa Tukar Uang Surabaya Turun 60 Persen

Soewito Hariyanto (50), salah seoarang pedagang jasa penukaran uang di Surabaya. arya wiraraja/enciety.co

Pedagang jasa penukaran uang baru mulai bermunculan di Surabaya memasuki pertengahan bulan Ramadan. Hanya  saja sekarang mereka mengeluh omzetnya merosot tajam. Bisnis musiman ini kini memang tak lagi bergairah.

Soewito Hariyanto (50), pedagang jasa penukaran uang di depan Kantor Bank Indonesia Regional Jawa Timur, mengeluhkan omzetnya menurun hingga 60 persen.

“Tahun kemarin saya bisa menghasilkan sehari bisa sampai Rp 80 juta, tapi tahun ini saya hanya bisa menghasilkan Rp 22 juta setiap hari ,” terangnya saat ditemui enciety.co, Jumat (3/7/2015).

Soewito menjelaskan, laba bersih yang didapat dari usahanya tersebut jauh dari harapan. “Dari Rp 22 juta yang saya dapatkan tersebut saya mendapatkan komisi sebesar sepuluh persen, sekitar dua juta dua ratus ribu,” terangnya.

Kata dia, angka tersebut nantinya akan dibagi rata dengan tim yang ada di lapangan. “Tim kami total berjumlah empat orang dengan saya menjadi lima. Laba bersih dua juta dua ratus ribu masing-masing mendapat Rp 440.000 tiap hari. Ini belum dipotong biaya keamanan, penginapan dan makan minum tiap harinya,” terangnya.

Ramadan tahun lalu, aku Soewito, dirinya mengaku bisa mengantongi omzet penukaran uang rata-rata Rp 40 juta tiap harinya. “Pada Ramadan tahun kemarin saya sangat bersyukur, setelah Lebaran saya dapat melunasi utang-utang saya untuk modal usaha ini, sisanya saya belikan sepeda motor dengan pembayaran secara tunai,” imbuhnya.

Menurut dia, menurunnya omzet penukaran uang baru ini dikarenakan awal Ramadan yang jatuh pada tanggal tua, dimana pada tanggal-tanggal tersebut kebanyakan masyarakat Surabaya belum mendapatkan gaji dan tunjangan hari raya (THR). “Saya tetap optimis, pada hari-hari menjelang Lebaran akan ramai,” papar dia. (wh)