Omzet Pedagang Busana Muslim Surabaya Turun 30 Persen

Omzet Pedagang Busana Muslim Surabaya Turun 30 Persen
Nevi Wulandari (39), pedagang Pasar Tambakrejo, mengaku omzet jualannya turun tahun ini. Arya wiraraja/enciety.co

Lebaran tahun ini boleh jadi jadi masa suram pada para pedagang musil di pasar tradisional Surabaya. Pasalnya, omzet mereka selama Ramadan mengalami penurunan cukup signifikan. Penurunan omzet ini diyakini lanataran kondisi perekonomian yang lesu, ditambah masa penerimaan dan daftar ulang bagi siswa baru.

Nevi Wulandari (39), pedagang busana muslim di Pasar Tambakrejo, Surabaya mengau usahanya mengalami penurunan omzet pada Ramadan tahun ini. “Yapenurunannya sekitar 30 persen dibandikan tahun lalu,” ungka dia kepada enciety.co, Rabu (1/7/2015).

Kata dia, pada bulan puasa tahun lalu, ia bisa menghasilkan kira-kira Rp 1 juta tiap hari. “Namun  tahun ini tiap hari saya hanya mampu menghasilkan Rp 700 ribu,” ungkap.

Nevi mengatakan, banyak pelanggan yang lebih memilih membeli perlengkapan sekolah anak. “Mereka mencari seragam sekolah, buku, dan perlengkapan sekolah lainnya,” tegasnya.

Dia juga mengungkapkan, sampai sekarang untuk menutupi kekurangan tersebut ia mendapatkan pemasukan paling besar dari baju busana muslim dan kerudung dari pelanggan partai atau pelanggan yang membeli dengan jumlah yang banyak.

“Saat ini, kami menutupi kekurangan modal dengan berjualan secara partai. Semestinya pemasukan dari penjualan secara eceran lebih banyak saat bulan Ramadan seperti sekarang ini,” terangnya.

Hal senada diungkapkan Ayu Anjarwati (32), pedagang busana muslim di Pasar Wonokromo, Surabaya. Ia mengatakan bahwa omzet usahanya terbilang menurun pada Ramadan tahun ini.

“Jika bulan Ramadan tahun kemarin kami dapat menjual lebih 250 buah kerudung untuk para pelanggan eceran tiap harinya, bulan ini kami hanya bisa menjual 100 kerudung saja,” tutur dia.

Dia juga membeberkan kalau pelanggannya dari luar Kota Surabaya juga mulai berkurang. “Kebanyakan mereka (pelanggan luar kota, red) mencari baju-baju sekolah,” paparnya.

Karenanya, Ayu mengakui pada bulan puasa kali ini lebih menguntungkan jika berjualan baju sekolah ketimbang busana muslim. “Saya berencana selain berjualan busana muslim akan berjualan baju sekolah dan alat perlengkapan sekolah, karena banyak yang membutuhkan,” pungkasnya. (wh)