Omset Pedagang Takjil Surabaya Naik 200 Persen

Omset Pedagang Takjil Surabaya Naik 200 Persen
Pedagang takjil di Jalan Dharmawangsa Surabaya yang dibanjiri pembeli. di. arya wiraraja/enciety.co

Bulan puasa adalah bulan penuh berkah bagi penjual takjil dadakan di Jalan Dharmawangsa Surabaya. Sri Listiani (36), warga Gubeng Kertajaya ini, mengatakan dirinya sudah tiga tahun berjualan ta’jil bagi pengenda yang melintas di Jalan Dharmawangsa.

“Saya dapat membantu suami, dengan hasil yang saya dapatkan lumayan untuk tambahan keperluan mudik saat Lebaran,” ungkap ibu satu anak itu.

Dengan berjualan es kelapa muda dan makanan ringan dirinya mengaku dapat mengantongi omset sebesar Rp 3 juta dalam waktu sebulan. “Tahun lalu, sehari saya bisa mengantongi untung Rp 100 ribu,” jelasnya kepada enciety.co, Kamis (18/6/2015).

Setiap gelas es kelapa muda buatan Sri Listiani dibandrol Rp 7.000. “Saat bulan puasa, hampir setiap hari saya bisa menjual 100 gelas es kelapa muda,” jelasnya.

Sementara itu, Muhammad Luqman (41), mengatakan bahwa omset penjualan martabak telur yang dia geluti meningkat 200 persen saat bulan Ramadan.

“Biasanya masyarakat suka membeli martabak pada saat malam, hal ini dikarenakan mereka mencari menu yang praktis untuk makan sahur,” terangnya ketika di wawancarai enciety.co di lapaknya, Jalan Kenjeran tempatnya biasa mangkal.

Ia menjelaskan, selama bulan ramadhan dirinya menambah porsi martabak telurnya menjadi dua kali lipat dari hari biasa. “Biasanya saya membuat 100 porsi dalam semalam, tapi pada waktu Ramadan saya bisa membuat 200 porsi martabak telur,” ungkap bapak 4 orang anak itu, bangga. (wh)