Omset Pedagang Kue Pasar Atum Surabaya Menurun

Omset Pedagang Kue Pasar Atum Surabaya Menurun
Pedagang kue Pasar Atum yang merasakan omset penjualannya turun.umar alif/enciety.co

Penjualan kue Lebaran di Pasar Atum Surabaya kini tidak seramai tahun-tahun sebelumnya. Banyaknya pedagang kue rumahan dadakan di bulan puasa turut mempengaruhi penjualan jajanan yang biasa disajikan untuk menyambut tamu ini.

Weny, salah satu pedagang kue di lantai dasar Pasar Atum, mengakui bila omset jualannya tahun ini sedikit berkurang dibanding tahun sebelumnya. Apalagi kini sudah memasuki hari akhir puasa Ramadan 1435 H.

“Sedikit menurun. Apa ibu-ibu rumah tangga kini bisa masak sendiri kue Lebaran hingga tidak mau beli lagi kemari,” duganya seraya merapikan barang dagangannya saat ditemui enciety.co, Sabtu (26/7/2014) .

Biasanya, sambung Weni, berbagai macam kue yang dijajakan selalu ludes terjual di pertengahan puasa Ramadan. Sebanyak 100 dus kue kering ludes di dua minggu pelaksanaan puasa. Kini, hingga kurang dua hari Lebaran, tumpukan kue kering tersebut masih tetap ada, hanya berkurang 20 dus saja.

Weni pun mengaku segera menjajaki pemasaran lain agar kue dagangannya bisa cepat terjual. “Sekarang kami titipkan ke beberapa daerah pabrik di Surabaya agar dijual ke teman buruh,” aku Weni.

Ia berharap, dengan menyebarkan hasil kue di berbagai tempat, diharapkan kue-kue kering itu dapat laku seperti sebelumnya. Kiat-kiat penjualan tersebut diharapkan agar dapat terus membuat toko kue kering di Pasar Atum tetap eksis. (wh)