Ombudsman akan Evaluasi Lagi Pelayanan Publik Surabaya

Ombudsman akan Evaluasi Lagi Pelayanan Publik Surabaya
Ketua Ombudsman Republik Indonesia Danang Girindrawardana saat menemui Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini di Balai Kota Surabaya, Senin (19/1/2015).

Temuan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) terkait adanya pungutan liar (pungli) yang dilakukan oknum pejabat pelayanan publik di Kota Surabaya, beberapa waktu lalu, akan terus dievaluasi.

“Sebelum peringatan Hari Pelayanan Publik pada 23 Juni 2015 mendatang, pihaknya akan mengevaluasi pelayanan publik di Surabaya lagi,” kata Ketua ORI Danang Girindrawardana usai bertemu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Balai Kota, Senin (19/1/2015). .

Menurut Danang, tiga atau empat bulan ke depan, pihaknya akan kembali melakukan investigasi ke sejumlah pelayanan publik di Surabaya untuk melihat perilaku oknum pejabat yang melakukan pungli. Bahkan, pihaknya menekankan jika saat investigasi kedua nanti ditemukan oknum pelaku pungli, maka ORI tidak segan untuk meminta wali kota Surabaya agar memberi sanksi berat.

“Ini karena kita melihat semangat Pemkot Surabaya untuk memberi pelayanan terbaik ke masyarakat terlihat jelas. Jadi, kita ingin membantu. Jangan sampai hanya karena perilaku oknum yang tidak bertanggung jawab sistem yang dirintis dan dijalankan dengan baik ini menjadi percuma,” kata Danang.

Pada evaluasi ke depan, Danang mengaku akan menerapkan observasi yang berbeda dengan metode yang digunakan sebelumnya. Sektor investigasi kata Danang juga akan berbeda dengan hasil investigasi beberapa waktu yang lalu.

Namun secara garis besar, Danang mengaku kalau sektor yang nantinya akan disasar oleh ORI adalah sektor yang sedang mengalami pertumbuhan dan didorong oleh Pemkot Surabaya.

“Tapi tujuannya tetap satu, yakni membantu Surabaya menjadi pusat pelayanan publik yang terbaik di Indonesia. Jadi kita harus membedakan, mana perilaku oknum dan mana kesalahan sistem. Karena itu kita tekankan pada oknum-oknumnya, karena secara sistem kita sangat mendukung, Surabaya bagus,” jelasnya.

Dalam observasi tersebut, Danang akan memetakan titik-titik yang lebih penting untuk dievaluasi. Metode observasi pun akan lebih variatif dan tidak hanya mengandalkan pengumpulan sampel, tapi langsung melakukan purposive di beberapa wilayah di Surabaya.

“Kami akan koordinasikan di mana titik-titik yang lebih penting. Tidak hanya sekedar sampel tapi dari purposive juga. Kemarin kami ambil dari segi perhotelan karena kami melihat sektor ini sedang tumbuh di Surabaya. Besok kita lihat lagi, Wali Kota Surabaya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di mana saja,” imbuhnya.

Danang menambahkan, sebelum 23 Juni 2015, pihaknya akan membawa hasil obeservasi kedua dan memberikan evaluasi ke wali kota Surabaya untuk ditindaklanjuti kembali. Selain itu, ORI juga melakukan evaluasi dan investigasi di sejumlah kota besar di Indonesia. Seperti DKI Jakarta dan Bandung yang sudah lebih dulu mendapat perharian dari ORI.

“Kita banyak sekali pengaduan karena itu tugas kami ya menindak-lanjuti pengaduan tersebut. Di Jawa Timur saja, temuan kawan-kawan ORI Jatim saja mendapat 336 pengaduan. Di antaranya dari masyarakat, satu di antaranya pengusaha,” jelasnya. (wh)