Olah Kain Perca dan Limbah Sofa, Yuliani Raup Jutaan Rupiah

Olah Kain Perca dan Limbah Sofa, Yuliani Raup Jutaan Rupiah

Yuliani dengan produs-produk dari bahan dasar kain perca dan limbah kain sofa. foto:arya wiraraja/enciety.co

Pasar kerajinan dan handicraft masih terbuka lebar. Karena itu, Pahlawan Ekonomi Surabaya membuka kesempatan seluas-luasnya buat mereka yang ingin menjadi pelaku usaha.  Dan, peluang baik itu rupanya dimanfaatkan oleh Yuliani, owner Selaras, yang memproduksi tas dan dompet berbahan dasar kain perca dan limbah kain sofa.

Tepatnya awal tahun 2016 lalu, Yuliani mulai aktif ikut pelatihan Pahlawan Ekonomi di Kaza City.  “Saya tertarik karena lihat keberhasilan beberapa para pelaku usaha. Salah satunya sahabat saya, Sri Andriyani, owner Puspasari. Dan setelah menekuni, ternyata ada hasilnya,” ujar dia saat ditemui enciety.co.

Berbekal modal usaha senilai Rp 200 ribu dan pengetahuan yang didapat dari pelatihan Pahlawan Ekonomi cluster creative industry, Yuliani mulai membuat produk dompet dengan memanfaatkan sisa-sisa konveksi dan kain sisa pembuatan sofa. Bahan-bahan itu diperoleh dari lingkungan sekitar tempat tinggalnya.

“Awalnya, saya mengalami kesulitan membuat dompet dan tas sulam pita dari kain perca ini. Butuhkan ketelitian dan ketekunan. Saat awal memulai, saya hanya mampu membuat 3-4 buah produk,” jelasnya.

Yuliani terus mengasah kemampuan. Dari yang sedikit ditingkatkan lagi menjadi lebih besar. Kualitasnya juga demikian, ia terus memompa hingga bisa produknya makin baik. Saat ini, berkat kesabarannya dalam menimba ilmu, satu hari ia mampu menghasilkan 15-20 produk dompet dan tas sulam dari kain perca.