Olah Buah Nusantara sebagai Makanan Sehat

Olah Buah Nusantara sebagai Makanan Sehat

Chef Muawaluyo Tsamara memandu pelatihan Pahlawan Ekonomi cluster home industry di Kaza City, Minggu (8/1/2017). Foto:sandhi nurhartanto/enciety.co

Pelatihan Pahlawan Ekonomi cluster home industry di Kaza City, Jalan Kapas Krampung Surabaya, Minggu (8/1/2017), ratusan para pelaku usaha dilatih membuat makanan sehat berbahan aneka olahan buah Nusantara.

Chef Muawaluyo Tsamara, mentor pelatihan Pahlawan Ekonomi, menjelaskan konsep makanan sehat saat ini banyak dicari kaum perempuan yang memiliki anak usia 1-10 tahun.

”Sebenarnya menjadi sebuah peluang usaha bagi para pelaku usaha Pahlawan Ekonomi.  Masyarakat sekarang sangat memahami pentingnya kesehatan. Jadi, ketika kita membuat menu makanan sehat maka menu tersebut bakal laris,” tutur Muawal yang juga staf pengajar di Surabaya Hotel School (SHS) itu.

Lantas, kata dia, untuk membuat menu aneka olahan buah Nusantara yang dipadupadankan dengan olahan roti para pelaku usaha tidak butuh bahan dasar yang rumit.

“Yang harus dicermati dalam membuat menu tersebut adalah campuran buah pada roti yang akan kita hasilkan. Jika kita salah memilih kombinasi buah, maka roti yang kita hasilkan bakal kurang nikmat dimakan,” paparnya.

Olah Buah Nusantara sebagai Makanan SehatContohnya, sebut Muawal, saat memilih buah nanas yang punya dominasi rasa asam pada buahnya untuk dijadikan bahan dasar membuat roti, harus diimbangi buah yang memiliki rasa manis seperti pisang atau apel.

“Jadi, agar kita tidak menggunakan bahan-bahan makanan kimia, seperti pemanis buatan, kita harus dapat memperkaya pengetahuan kita akan resep makanan yang akan kita hasilkan,” tutur Muawal.

Muawal juga menjelaskan, jika menu makanan sehat berupa roti aneka buah nusantara tersebut kebanyakan kini memiliki peminat dikalangan anak-anak sekolah.

“Dari segi bisnis, untuk membuat satu resep menu tersebut, kita hanya butuh modal Rp 25 ribu yang dapat menghasilkan 40 roti aneka buah. Tiap satu rotinya dapat kita jual dengan harga Rp 3 ribu. Dengan kata lain, kita masih mampu menghasilkan untung berlipat-lipat,” pungkas Muawal. (wh)