OJK Terima Laporan Terbanyak Soal Kartu Kredit

OJK Terima Laporan Terbanyak Soal Kartu Kredit
foto:bisnis.com

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerima pengaduan terbanyak dari sektor perbankan pada periode 4 Oktober-10 Oktober 2014. Pengaduan itu terutama dari pemakaian kartu kredit dan ATM.

OJK menerima 19 pengaduan melalui layanan call center 500655 pada periode 4 Oktober-10 Oktober 2014. Dari jumlah itu, pengaduan terbanyak berasal dari sektor perbankan mencapai 8 pengaduan.

“Untuk periode awal sampai 10 Oktober pengaduan terbanyak adalah di sektor perbankan yang kaitannya dengan alat pembayaran menggunakan kartu,” kata Direktur Pelayanan OJK Sondang M Samosir, di Jakarta.

Sementara dia mengatakan, penyelesaian pengaduan ini akan dilimpahkan seutuhnya ke pihak Bank Indonesia. Pasalnya menurut dia, OJK tidak memiliki kewenangan dalam menyelesaikan persoalan kartu transaksi tersebut.

“Sebagaimana diketahui bersama alat pembayaran menggunakan kartu, akan kami teruskan ke sistem pembayaran Bank Indonesia. Untuk alat pembayaran menggunakan kartu seperti kartu kredit, ATM adalah kewenangan BI untuk menanganinya,” kata dia.

Berdasarkan data yang diterbitkan, OJK telah melayani sebanyak 24.609 konsumen melalui pelayanan call center 500655 terhitung dari 1 Januari 2014 hingga 10 Oktober 2014.

Rinciannya, dari jumlah itu sebanyak 18.960 berupa pertanyaan konsumen, lalu informasi sebanyak 2.936, dan pengaduan sebanyak 2.713. Di sisi lain Sondang mengatakan OJK akan mengubah nomor pelayanan 500655 ke nomor 10500655. Nomor layanan baru ini berlaku pada pertengahan 2015.

“Pada bulan Juli sampai Desember, setiap pelanggan yang menghubungi nomor 500 655 akan mendapat pemberitahuan pengalihan pemanggilan ke 10500655. Kemudian telepon terputus. Selanjutnya,pelanggan harus menghubungi nomor baru secara manual,” tandas dia. (lp6/ram)