OJK: Stabilitas dan Likuiditas Terjaga, Pertumbuhan Kredit Meningkat

OJK: Stabilitas dan Likuiditas Terjaga, Pertumbuhan Kredit Meningkat

Cangkrukan Media di Gedung Bank Indonesia, Jalan Pahlawan, Surabaya, Rabu (25/7/2018).

Di pasar modal, penghimpunan dana di pasar modal s/d 22 Juni 2018 mencapai Rp89,3 triliun, meningkat dari periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar Rp60 triliun. Emiten baru tercatat sebanyak 20 perusahaan (Jan-Mei’17: 10 perusahaan). Total dana kelolaan investasi hingga 22 Juni 2018 telah mencapai Rp729,3 triliun.

Di tengah sentimen yang mewarnai pasar keuangan domestik, risiko LJK (risiko kredit, pasar, dan likuiditas) masih terjaga pada level yang manageable. Rasio Non-Performing Loan (NPL) gross perbankan tercatat sebesar 2,79% (Apr’18: 2,79%) dan rasio Non-Performing Financing (NPF) perusahaan pembiayaan tercatat sebesar 3,12 persen (Apr’18: 3,01 persen).

“Sementara itu, permodalan LJK juga terjaga robust dengan CAR perbankan sebesar 22,45 persen serta RBC asuransi umum dan asuransi jiwa masing-masing sebesar 319 persen dan 442 persen,” kupasnya.

Kata dia, OJK akan terus memantau dinamika perekonomian global dan domestik, khususnya terkait laju kenaikan FFR, tren kenaikan suku bunga, dan perkembangan negosiasi dagang AS-Tiongkok.

“OJK juga mempersiapkan serangkaian kebijakan untuk memastikan stabilitas pasar keuangan dan kinerja sektor jasa keuangan domestik tetap terjaga di tengah peningkatan volatilitas pasar,” tegasnya. (wh)