OJK Selidiki Perusahaan Investasi Bodong di Sidoarjo

OJK Selidiki Perusahaan Investasi Bodong di Sidoarjo

Kepala Bagian Pengawas Pasar Modal OJK Deddy Herlambang, foto: arya wiraraja/enciety.co

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau agar masyarakat lebih cermat dalam menginvestasikan dananya. Mengingat pada tahun 2016 lalu, OJK menghimpun lebih dari 500 pengaduan penipuan berkedok investasi atau yang dikenal investasi bodong.

Setelah menemukan 6 perusahaan yang terlibat penipuan berkedok investasi atau investasi bodong pada Januari 2017 ini, OJK saat ini kembali menyelidiki satu perusahaan yang berada di Sidoarjo yang terkait dengan penipuan berkedok investasi yang dilakukan oleh KSP Pandawa yang berada di Depok.

“Saat ini kami sedang menyelidiki satu perusahaan yang berada di Sidoarjo. Menurut data yang kami himpun, dari sekitar 60 anak perusahaan KSP Pandawa, salah satunya berada di Sidoarjo. Target kami pada akhir bulan Februari sampai dengan Maret ini, jika terbukti ada pelanggaran kami akan langsung menindak,” tutur Kepala Bagian Pengawas Pasar Modal OJK Deddy Herlambang kepada enciety.co, Kamis (16/2/2017).

Dalam kesempatan itu, Deddy menuturkan, ke depan untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan, bagi masyarakat yang ingin menginvestasikan modalnya agar terlebih dulu mengeceknya ke OJK.

“Tujuannya jika perusahaan tersebut telah terdaftar dalam data base OJK, kami dapat pastikan perusahaan tersebut telah legal dan masyarakat tidak perlu khawatir,” tutur dia.

Deddy juga menjelaskan, pada tahun 2017 ini, adalah tahun yang tepat untuk berinvestasi. Pembangunan infrastruktur dan rendahnya angka infasi di tahun ini sebenarnya menjadi pedoman bagi kita, jika tahun 2017 ini adalah tahunnya berinvestasi.

“Namun, satu hal yang perlu diingat, masyarakat juga harus cermat dan jangan hanya tergiur dengan godaan keuntungan yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan investasi,” tandas dia. (wh)