OJK Rilis  GMRA Untuk Pacu Pasar Obligasi

 

OJK: 2.971 Lembaga Keuangan Mikro Telah Berbadan Hukum

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang menyiapkan surat edaran mengenai perjanjian transaksi repo dengan standar internasional atau Global Master Repurchase Agreement (GMRA). Langkah tersebut bertujuan untuk meningkatkan transaksi dan likuiditas pasar surat utang atau obligasi di dalam negeri.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida mengatakan, secara umum GMRA ini untuk meningkatkan transaksi dan likuiditas pasar ‘repurchase agreement‘ (Repo). “Diharapkan pihak-pihak yang memegang obligasi nantinya mudah menjual saat membutuhkan dana. Kalau pasar Repo tidak berkembang, nanti institusi tidak tertarik membeli obligasi,” ujar dia di Jakarta, Selasa (20/10/2015).

Saat ini, lanjut dia, surat edaran GMRA sedang dibahas di Departemen Hukum OJK, rencananya surat edaran itu akan terbit pada tahun 2015 ini. Dasar pengaturan surat edaran terkait GMRA itu, dilakukan melalui Peraturan OJK Nomor 9/POJK.04/2015 tentang Pedoman Transaksi Repurchase Agreement bagi Lembaga Jasa Keuangan. “Semua peraturan harus melalui Departemen Hukum untuk harmonisasi saat diluncurkan. Saya cukup optimistis bisa selesai tahun ini,” katanya.

Repo merupakan kontrak jual atau beli efek dengan janji beli atau jual kembali pada waktu dan harga yang telah ditetapkan. Sementara GMRA, standar perjanjian transaksi repo yang diterbitkan oleh Asosiasi Pasar Modal Internasional. (bst)