OJK Regional Tiga Catat Pertumbuhan Industri Perbankan Rp 63,91 T

OJK Regional Tiga Catat Pertumbuhan Industri Perbankan Rp 63,91 T

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional Tiga wilayah Jatim, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur mencatat partumbuhan industri perbankan triwulan ke ketiga 2014. Dimana Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp 63,91 triliun (tumbuh 11,33 persen). Sementara wilayah Bali Rp. 48,39 triliun atau tumbuh 10,94 persen disusul NTB dan NTT Rp. 34,40 triliun tumbuh 8,57 persen.

Kepala Regional tiga OJK Jatim Yunnokusumo mengatakan, kinerja maupun pertumbuhan industri perbankan di wilayah regional tiga lebih baik jika dibandingkan tingkat nasional. Hal itu karena wilayah regional tiga tercermin dari angka pertumbuhan nasional dan rasio kredit bermasalah Non Performing Loan (NPL) lebih tinggi dari wilalayah regional tiga OJK.

“NPL wilayah regional tiga lebih rendah jika dibandikan nasional. Rasip NPL nasional mencapai 2 persen sementara regional tiga hanya 2,34 persen. Artinya, pertumbuhan industri perbankan kita cukup baik jika dibandingkan nasional,” terang Yunnokusumo di sela acara Sartijab Kepala Kantor Regional Tiga OJK di Gedung Bank Indonesia wilayah IV Jatim di Surabaya, Jumat (30/1/2015).

Sementara aset industri perbankan wilayah kerja OJK regional tiga ia menyebutkan, total aset industry perbankan triwulan ketiga tahun 2014 Rp. 628,09 triliun atau setara 9,4 persen untuk wilayah regional tiga dari total total aset perbankan nasional.  Selain aset industri, jumlah DPK dan kredit industry perbankan regional tiga OJK mencatat untuk DPK Rp 489,29 triliun (12,11 persen  ) dan kredit industry Rp 435,96 triliun (11,90 persen  ) dari total DPK dan Kredit Industri perbankan nasional.

“ Kanaikan itu, ditumpingi dengan kehadiran kantor cabang bank yang kini sudah mencapai 26 unit selama triwulan ke tiga di tahun 2014 lalu. Diantara jumlah kantor cabang itu antara lain, 7 unit kantor cabang Bank Umum Konvesional ( BUK), 9 unit Bank Umum Syariah/ Unit Usaha Syariah dan 10 kantor cabang Bank Perkreditan Rakyat ( BPR ),” ujarnya

Walaupun alami kenaikan cukup signitifkan, kinerja OJK Regional Tiga masih berusaha meningkatkan kinerja di tahun ini. Salah satunya, memperbanyak program edukasi keuangan dan pengaduan konsumen, serta literasi keuangan.

“Kami (OJK) akan meningkatkan mobilitas endukasi keuangan dengan penambahan armada mobil khusus (Mobil Endukasi Layanan Konsumen). Unit ini dapat dimanfaatkan industri keuangan mendatangi pada masyarakat untuk memberi informasi lengkap produk maupun layanan keuangan,” paparnya.

Terpisah, Anggota Dewan Komisioner dan Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank, OJK Firdaus Djaelani mengatakan, kedepan penambahan kantor cabang  OJK akan menjadi kantor pusat I daerah yang memiliki misi, cakupan peran dan tegas layanan pada masyarakat disektor keuangan.

“Kantor OJK harus dilengkapi dengan SDM yang lengkap dan profesional untuk membantu masyarakat tentangan keuangan. Adanya SDM yang professional ini akan mampu memberi layanan baik pada masyarakat nantinya,” pungkansya. (wh)