OJK Punya Kewenangan Usulkan Bank Berdampak Sistemik

OJK Punya Kewenangan Usulkan Bank Berdampak Sistemik

 

Usulan daftar bank yang dinilai berdampak sistemik (domestic systemically important bank/DSIB) akan menjadi kewenangan penuh dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kendati demikian, daftar final DSIB akan diputuskan dalam Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK).

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Halim Alamsyah menuturkan, saat ini pihaknya bersama OJK tengah mempelajari bankbank yang kemungkinan masuk dalam kategori DSIB tersebut. Menurut dia, OJK akan membuat usulan daftar bank-bank yang masuk dalam DSIB.

“Saat ini sedang kami pelajari dengan OJK. Secara undang-undang, OJK yang harus membuat usulan. Kemudian, usulan tersebut akan dibicarakan dengan FKSSK (Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan),” ujar Halim.

FKSSK terdiri atas Pemerintah, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Forum ini mempunyai tugas di antaranya memperkuat koordinasi dan memelihara stabilitas sistem keuangan guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta memperkuat ketahanan dalam menghadapi gejolak krisis ekonomi global.

Halim yang juga menjabat anggota dewan komisioner OJK (ex officio dari BI) menjelaskan, forum tersebut akan memutuskan bankbank yang dapat masuk dalam kelompok DSIB. Menurut dia, BI dan OJK telah merumuskan aspek yang menjadi pedoman dalam menentukan bank-bank yang masuk dalam DSIB. Aspek-aspek tersebut antara lain, ukuran (size) bank, keterikatan antarbank dengan sektor keuangan, kompleksitas usaha bank, dan ketergantian bank oleh lembaga lainnya. (ivr/bh)