OJK Perintahkan Perusahaan Asuransi Segera Bayar Korban AirAsia

 

OJK Gelar Pelatihan Jurnalistik Keuangan di 8 Kota
OJK Gelar Pelatihan Jurnalistik Keuangan di 8 Kota

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong percepatan pembayaran asuransi bagi korban AirAsia QZ8501 dengan memberikan imbauan kepada perusahaan asuransi tersebut. OJK menegaskan pihaknya telah memerintahkan perusahaan asuransi untuk membayar semua klaim korban AirAsia. Seperti diketahui, dana asuransi korban AirAsia QZ8501 baru cair Rp20 miliar. Dengan penghitungan Rp1,25 miliar per satu orang, artinya baru 16 orang.

Padahal, jumlah korban kecelakaan pesawat AirAsia QZ 8501 rute Surabaya-Singapura yang jatuh pada akhir Desember 2014 sebanyak 162 orang. Masih terdapat dana asuransi belum cair bagi 146 korban. “Kita sudah perintahkan semua asuransi bayar klaim (korban AirAsia),” ungkap Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Dumoly F Pardede.

Jika pembayaran asuransi tersebut per satu penumpang mencapai Rp1,25 miliar, dana asuransi korban QZ8501 mencapai Rp208,75 miliar. Artinya masih ada Rp188,75 miliar dana asuransi korban QZ8501 yang belum dibayarkan.

Untuk itu, OJK mengaku akan terus memantau perusahaan asuransi terkait pembayaran klaim korban AirAsia QZ8501. “Kita monitor ke perusahaan asuransi, bahwa sesuai keterangan tertulis mereka sebagian klaim sudah bayar,” tandasnya.

Perlu diketahui, lambatnya pembayaran dana asuransi korban AirAsia QZ8501 lantaran akta kematian yang tak kunjung selesai. Terkait hal tersebut, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan melayangkan surat kepada Ketua Mahkamah Agung (MA) RI untuk mempercepat penerbitan akta kematian korban kecelakaan pesawat AirAsia QZ 8501. (oke)