OJK Minta Bank Hentikan Perang Suku Bunga

OJK Minta Bank Hentikan Perang Suku Bunga
foto:kompas

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berjanji akan mengatasi perang suku buga yang saat ini sedang terjadi di perbankan di Indonesia. Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D. Hadad, Jumat 19 September 2014, menyatakan bahwa persaingan perbankan dalam menentukan suku bunga, khususnya untuk deposito, saat ini sudah tidak sehat.

Menurut Muliaman, ada upaya individu pemegang dana besar untuk mengadu domba perbankan agar berbondong-bondong menaikan suku bunga simpanannya. Tujuannya, untuk menaruh dana besar itu di bank yang bersedia menawarkan bunga paling tinggi.

Pihak perbankan pun jadi seakan tak mempunyai pilihan, selain ikut permainan perang bunga dengan pertimbangnan ketatnya likuiditas di Indonesia saat ini.

“Dana besar itu seperti mengadu-ngadu bank. Akhirnya, jadi ada situasi, di mana masing-masing bank itu bersaing, terutama pada buku tiga dan empat bank. Jadi, yang memiliki dana-dana besar dari perusahaan-perusahaan besar, atau lermbaga-lembaga besar,” ujar Muliaman di Jakarta.

Mwakili OJK, Muliaman mengaku heran, saat ini, ada bank yang memberikan bunga deposito bulanan hingga 11 persen. Penetapan bunga tersebut, jauh di atas ketentuan yang ditetapkan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Perang suku bunga ini, lanjut Muliaman, dilakukan hanya oleh beberapa bank. Namun, karena bank yang terlibat merupakan bank besar, berpengaruh terhadap kondisi perbankan secara keseluruhan.

Untuk itu, ia menegaskan, OJK akan segera memanggil bank-bank yang terlibat dalam hal ini. “Saya akan minta kepada bank-bank itu agar dihentikan dan kembali pada kondisi normal,” ujar Muliaman. (inl/ram)