OJK Luncurkan Program Si-Pinter Keuangan

OJK Luncurkan Program Si-Pinter Keuangan

foto: ist

Sebagai upaya untuk meningkatkan literasi dan inklusi industri jasa keuangan di Jawa Timur, Otoritas Jasa Keuangan Kantor Regional 4 Jawa Timur meluncurkan program Si-Pinter Keuangan Jawa Timur yang merupakan akronim Sistem Informasi dan Pelatihan Inklusi & Literasi Keuangan Jawa Timur.

Program Si-Pinter Keuangan Jawa Timur ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan Pelatihan, Literasi dan Inklusi (PETIK) Keuangan pada tanggal 5 November 2019 di Universitas Airlangga yang dilanjutkan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan Daerah (FKLJKD) Jawa Timur dengan 5 (lima) universitas di Jawa Timur yaitu Universitas Airlangga Surabaya, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Universitas Negeri Jember, Universitas Kadiri Kediri dan Universitas Muhammadiyah Malang. Dalam MoU tersebut diharapkan pelaku industri jasa keuangan di Jawa Timur dapat berkonstribusi untuk meningkatkan edukasi kepada mahasiswa.

Program Si-Pinter Keuangan Jawa Timur untuk pertama kalinya diluncurkan pada hari ini Kamis, 12 Desember 2019 bertempat di Auditorium Utama Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA). Si-Pinter Keuangan Jawa Timur merupakan program kerjasama antara OJK, UNUSA dan FKLJKD yang diresmikan oleh Bapak Sarjito, Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK.

Pada saat yang bersamaan juga dilakukan peresmian Accounting & Financial Center (AFC) oleh Gubernur Jawa Timur Ibu Hj. Khofifah Indar Parawansa. AFC merupakan pusat kegiatan edukasi dan penyebaran informasi mengenai akuntansi dan keuangan bagi civitas akademika UNUSA, universitas lainnya di Surabaya serta santri pondok pesantren di bawah asuhan UNUSA.

Pelaksanaan edukasi dalam program Si-Pinter Keuangan di UNUSA dilakukan secara bergantian oleh OJK dan Lembaga Jasa Keuangan Jawa Timur secara berkala. Outcome yang diharapkan dari Si-Pinter Keuangan Jawa Timur adalah Lembaga Jasa Keuangan Jawa Timur melakukan edukasi kepada mahasiswa dan segenap civitas akademika UNUSA, universitas lainnya di Surabaya serta santri pondok pesantren di bawah asuhan UNUSA mengenai lembaga keuangan, produk dan jasa keuangan serta manfaat dan risiko produk jasa keuangan.

Kedua, masyarakat Jawa Timur diharapkan memiliki kemampuan yang luas mengenai lembaga keuangan serta produk dan jasa keuangan, memiliki keterampilan untuk menilai manfaat dan risiko produk jasa keuangan, serta memiliki keyakinan terhadap lembaga maupun produk dan jasa keuangan.

Ketiga, mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat intelektual yang memiliki idealisme tinggi diharapkan dapat menjadi duta literasi keuangan kepada masyarakat Jawa Timur. Lalu, yang keempat adalah peningkatan literasi dan inklusi keuangan pengguna Si Pinter Keuangan Jawa Timur.

Sarjito, dalam sambutannya menyampaikan bahwa OJK telah melakukan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan di tahun 2019, yang mana diketahui indeks inklusi keuangan nasional telah mencapai 76,19 persen melampaui target yang ditetapkan dalam Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) sebesar 75 persen. Untuk Provinsi Jawa Timur, indeks literasi dan indeks inklusi keuangan tahun 2019 membaik menjadi 48,95 persen dan 87,96 persen dibanding 35,6 persen dan 73,2 persen sesuai hasil survei tahun 2016.

“Namun demikian, indeks literasi dan indeks inklusi keuangan pada sektor Pasar Modal dan Industri Keuangan Non-Bank belum mengalami pertumbuhan secara signifikan. Yaitu pasar Modal dengan indeks literasi 4,92 persen dan indeks inklusi 1,55 persen. Kedua, perasuransian dengan indeks literasi 19,40 persen dan indeks inklusi 13,15 persen. Ketiga, lembaga Pembiayaan dengan indeks literasi 15,17 persen dan indeks inklusi 14,56 persen. lalu yang terakhir adalah pergadaian dengan indeks literasi 17,81 persen dan indeks inklusi 12,38 persen,” ungkap Sarjito menjelaskan.

Pada acara ini juga diselenggarakan talkshow yang menghadirkan narasumber dari OJK, Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, salah satu manajer investasi dan PT Kredit Pintar Indonesia, salah satu perusahaan penyelenggara layanan fintech peer to peer lending yang telah memperoleh izin usaha dari OJK.

“Dengan adanya talkshow interaktif tersebut diharapkan dapat menambah wawasan generasi millenial dalam hal literasi dan inklusi keuangan generasi millenial sehingga dapat memanfaatkan teknologi yang ada untuk mempelajari sektor keuangan dengan cepat dan menerapkannya ke dalam kehidupan,” ujarnya.

Sarjito berharap agar tindak lanjut peluncuran program Si-Pinter Keuangan ini dapat dilaksanakan secara konsisten dan program serupa dapat dilakukan terutama di universitas lain yang telah menandatangani MoU di Jawa Timur, sehingga slogan untuk menjadikan Jatim Well Financial Literate benar-benar dapat terwujud. (wh)