OJK Jatim Latih Perempuan Cerdas Kelola Uang

OJK Jatim Latih Perempuan Cerdas Kelola Uang

Pelatihan Training of Trainers (ToT) kepada Ibu-Ibu PKK dan UMKM di Kecamatan Sawahan, Kamis (20/4/2017). foto:arya wiraraja/enciety.co

Memperingati Hari Konsumen Nasional, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendukung implementasi Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI), khususnya Pilar 1 Edukasi Keuangan yang berfokus pada masyarakat berpendapatan rendah, pelaku usaha mikro dan kecil, serta perempuan.

Iwan N. Moses, Kepala Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen Kantor OJK Regional 4 Jawa Timur, menuturkan implementasi SNKI tersebut dituangkan dalam pelatihan Training of Trainers (ToT) Ibu-Ibu PKK dan UMKM di Kecamatan Sawahan.

Dalam kegiatan ini, OJK bersama anggota Bidang Edukasi dan Literasi Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan Daerah Jawa Timur (FK-LJKD) yaitu PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, dan PT BPJS Kesehatan melakukan edukasi keuangan kepada 150 orang peserta dengan materi pengelolaan keuangan.

“Kami juga memperkenalkan produk dan jasa dan akses keuangan sesuai kebutuhan. Termasuk di dalamnya kewaspadaan terhadap penawaran investasi ilegal yang belakangan dikenal investasi bodong,” tegasnya, Kamis (20/4/2017).

Dia juga menjelaskan, pemahaman pengelolaan keuangan yang baik merupakan kunci peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Melalui kedisiplinan pencatatan pemasukan dan pengeluaran, pengalokasian dana untuk kebutuhan dan menyisihkan sebagian dana untuk berinvestasi melalui penggunaan produk jasa keuangan dapat mendukung peningkatan inklusi keuangan,” tuturnya.

Iwan enambahkan, dengan ToT ini diharapkan ibu-ibu sebagai pemegang kendali keuangan keluarga dan pelakuUMKM mendapatkan keterampilan dalam perencanaan dan pengelolaan keuangan, sehingga lebih cerdas dan mandiri secara finansial.

“Kami sangat berharap peserta edukasi dapat menularkan ilmu yang didapat kepada keluarga, tetangga, sahabat dan rekan agar terampil dalam merencanakan dan mengelola keuangan sehingga menjadi lebih cerdas dan mandiri secara finansial. Sekaligus meningkatkan inklusi keuangan,” tandas dia. (wh)