OJK Edukasi Keuangan Warga Tuna Netra

OJK Edukasi Keuangan Warga Tuna Netra

Menutup bulan Ramadhan 2017, Otoritas Jaza Keuangan (OJK) menyelenggarakan kegiatan edukasi mengenai Pengelolaan Keuangan kepada anggota PERTUNI Cabang Surabaya.

Kegiatan tersebut dibuka Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur dan dihadiri oleh Ketua PERTUNI Cabang Surabaya dan penyandang tuna netra sebanyak 150 orang.

Sukamto, Kepala atoritas Jasa Keuangan Regional 4 Jawa Timur menjelaskan, berkenaan dengan akses keuangan bagi konsumen berkebutuhan khusus, OJK telah melakukan koordinasi dengan PERTUNI Pusat dan BAPPENAS untuk mengakomodir hak para penyandang disabilitas terutama tuna netra melalui penyediaan payung hukum bagi insan disabilitas dalam mendapatkan akses keuangan.

“Meskipun belum memiliki instrumen pemaksa, namun peran pelaku jasa keuangan dalam membantu kaum disabilitas ini sudah termuat dalam Pasal 18 dan Pasal 19 UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas termasuk tuna netra punya hal aksesibilitas dan hak pelayanan publik dalam pemanfaatan pelayanan publik secara optimal, wajar, bermartabat, dan tanpa diskriminasi,” kupas dia, Kamis (22/6/2017).

Akses keuangan bagi konsumen berkebutuhan khusus tersebut sesuai dengan POJK No.1/POJK.07/2013 tentang Perlindungan Konsumen bahwa Pelaku Usaha Jasa Keuangan wajib menyediakan fasilitas bagi konsumen yang berkebutuhan khusus.

Selain itu, kebijakan itu juga sesuai POJK No.76/POJK.07/2016 tentang Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan di Sektor Jasa Keuangan Bagi Konsumen dan atau Masyarakat, bahwa perluasan akses produk dan atau layanan jasa keuangan termasuk penyediaan berbagai sarana juga diperuntukan bagi kelompok masyarakat berkebutuhan khusus untuk mengakses produk dan atau layanan jasa keuangan.

“Selain memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan yang disampaikan oleh Dhea Lubis selaku Financial Planner, pada kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan Buku Pedoman Pengelolaan Keuangan Versi Braille kepada anggota PERTUNI Cabang Surabaya. Kegiatan tersebut ditutup dengan buka puasa bersama OJK dengan PERTUNI,” tegasnya lagi.

Diharapkan dengan kegiatan yang dimaksud, kata Sukamto, penyandang tuna netra dapat memiliki kecakapan yang cukup dalam mengelola keuangan dan memahami serta memanfaatkan produk dan jasa keuangan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. (wh)