OJK Dorong Pelaku Usaha Pahami Literasi Keuangan Digital

OJK Dorong Pelaku Usaha Pahami Literasi Keuangan Digital

Horas VH Tarihoran memberi materi literasi keuangan digital di Kaza City Mall. foto: arya wiraraja/enciety.co

Data pribadi dan data pelanggan menjadi hal penting yang harus dimiliki serta dilindungi pelaku usaha. Dengan adanya dua hal itu, pelaku usaha dapat mengembangkan usaha.

Hal itu disampaikan Direktur Literasi & Edukasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Horas VH Tarihoran, dalam acara seminar Literasi Keuangan Digital Pejuang Muda & Pahlawan Ekonomi Surabaya di Kaza City Mall, Kamis (7/11/2019).

“Dengan data pelanggan, kita dapat tahu produk apa saja yang diminati dan dibutuhkan. Selain itu, kita dapat memahami pola perilaku belanja mereka,” katanya.

Menurut Horas, zaman makin berkembang. Sudah semestinya pelaku usaha dapat memanfaatkan perkembangan dunia teknologi. Namun, ia mengingatkan untuk dapat cermat dan bijak memanfaatkan dunia digital.

“Data pribadi kita ini sangat berharga. Di dunia digital, secara tidak sadar, kita sering membagi data pribadi. Contohnya, tanggal lahir. Kita biasa posting foto dan ucapan selamat ulang tahun untuk suami atau orang-orang terdekat kita. Jika ada orang yang niat jahat tahu, data ini bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Horas bertanya kepada peserta seminar, siapa saja yang menggunakan tanggal lahir sebagai kode atau PIN rekening bank?

“Nah, banyak di antara masyarakat ini membuat kode atau PIN rekening ATM bank dari tanggal lahir. Jika orang jahat yang memanfaatkan data dari di dunia digital untuk menipu atau melakukan tindakan kejahatan lainnya, bapak dan ibu sendiri yang rugi. Hal semacamini harus diantisipasi,” tegasnya.

Horas mengingatkan pelaku usaha peserta untuk melakukan investasi. Menurut dia, investasi merupakan satu kegiatan yang wajib dilakukan supaya usaha makin berkembang.

OJK Dorong Pelaku Usaha Pahami Literasi Keuangan Digital
Horas VH Tarihoran. foto: arya wiraraja/enciety.co

“Awal merintis usaha kita harus punya tujuan atau cita-cita. Contohnya, saya kerja untuk naik haji atau umrah. Atau saya kerja untuk beli rumah dan lain sebagainya. Jika kita punya tujuan, saya yakin usaha bapak dan ibu akan cepat berkembang,” papar dia.

Lantas, sambung Horas, agar tujuan cepat tercapai, kta dapat melakukan kegiatan investasi. Berinvestasi sangat berbeda dengan menabung. Investasi adalah sebuah kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan pemasukan dengan jangka waktu tertentu.

“Untuk berinvestasi, pastikan lembaga tempat untuk berinvestasi itu terdaftar di OJK. Saya berharap, tidak ada anggota Pahlawan Ekonomi atau Pejuang Muda Surabaya yang terjebak penipuan investasi. Untuk itu, jika ingin berinvestasi, coba cek dulu ke OJK,” pungkas Horas.(wh)

Berikan komentar disini