OJK Beri Pengawasan Ketat terhadap Perusahaan Fintech

OJK Beri Pengawasan Ketata terhadap Perusahaan Fintech

Mulyanto (kiri).foto:arya wiraraja/enciety.co

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) fokus dalam pengawasan perusahaan penyedia jasa pinjaman berbasis online atau financial technology (fintech). Hal itu ditegaskan Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) 2 & Manajemen Strategis OJK Regional 4 Jawa Timur Mulyanto dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (8/9/2019).

Kata dia, ada beberapa syarat yang diberlakukan OJK kepada para perusahaan fintech untuk dapat beroperasi. Pertama, perusahaan tersebut harus terdaftar di OJK. Kedua, harus lolos uji sistem operasional yang digunakan perusahaannya.

“Mekanisme ini telah berlaku sejak 2016. Lalu pada 2018, ada update atau pemutakhiran layanan yang dilakukan OJK. Hal ini untuk menjamin masyarakat supaya lebih terjamin,” tandas Mulyanto.

Menurut dia, sampai saat ini sudah 113 perusahaan jasa keuangan Fintech yang telah bergabung atau terdaftar dalam OJK. Dari jumlah tersebut, baru 7 perusahaan yang telah mendapatkan izin.

“Izin ini didapat atas dasar peraturan tambahan yang diberlakukan OJK. Di antaranya, penyertaan modal tambahan yang disediakan perusahaan Fintech,” jelas dia.

Sebenarnya, sambung Mulyanto,  jika sudah terdaftar di OJK, perusahaan itu sudah legal dan aman. Karena sudah masuk dalam pengawasan OJK. Setelah naik kelas dan terdaftar, perusahaan tersebut dapat dianggap layak dan cocok untuk dijadikan mitra.

Mulyanto menambahkan, masyarakat harus cerdas seperti smartphone yang dimiliki. Artinya, masyarakat harus dapat bijak memilih tempat bertransaksi, berinvestasi dan melakukan pinjaman via fintech.

“Kuncinya harus cermat dalam bertransaksi. Contohnya, kata-kata dan tanda baca dalam perusahaan fintech yang digunakan harus jelas, prosedurnya harus jelas. Nama, beda titik atau tanda koma saja perusahaannya sudah beda. Jadi kita harus teliti dalam segala urusan yang berkaitan dengan teknologi,” tuturnya. (wh)

Berikan komentar disini