OJK Akan Rampungkan Peraturan Pelaksana UU Asuransi

ojk

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) segera merampungkan beberapa peraturan pelaksanaan Undang-Undang (UU) Nomor 40 tahun 2014 tentang Perasuransian pada tahun depan.

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Firdaus Jaelani menyatakan pihaknya akan menetapkan aturan turunan terhadap 41 ketentuan yang akan dituangkan dalam 16 Peraturan OJK. Ditargetkan, sudah ditetapkan paling lama dua tahun enam bulan terhitung sejak UU Perasuranian diundangkan.

Hal-hal yang akan diatur dalam Peraturan OJK tersebut antara lain meliputi Perizinan Usaha dan Kelembagaan, Kesehatan Keuangan, Penyelenggaraan Usaha, Tata Cara Penetapan Pengelola Statuter, Pembubaran-Likuidasi-dan-Kepailitan, Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Profesi, Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme, Prosedur dan Tata Cara Penetapan Sanksi Administratif dan Pemblokiran, serta Usaha Perasuransian Yang Berbentuk Koperasi dan Usaha Bersama.

Diakuinya, kelengkapan aturan terkait UU Asuransi dalam rangka meningkatkan minat masyarakat yang saat ini masih tergolong rendah. Sampai September 2015, penetrasi asuransi konvensional baru mencapai 2,51 persen dengan densitas Rp 1,1 juta. Di sisi lain, tingkat penetrasi dan densitas industri asuransi syariah baru mencapai 0,08 persen dan Rp 40.000.

Tahun ini, aset dan investasi industri asuransi konvensional sampai September masing-masing Rp 765,6 triliun (naik 1,36 persen year on year) dan Rp 608,6 triliun (turun 0,24 persen yoy). Padahal dalam beberapa tahun terakhir, industri asuransi konvensional tumbuh rata-rata lebih 16 persen. Kondisi senada juga ditunjukkan rata-rata pertumbuhan investasi dan premi yang masing-masing naik 14,4 persen dan 21,0 persen.

“Memang masih ada berbagai tantangan seperti pemahaman masyarakat terhadap asuransi, aksesibilitas dan distribusi produk asuransi, inovasi produk asuransi yang masih rendah, terbatasnya risk coverage industri asuransi nasional dan masih kentalnya isu sulit melakukan klaim asuransi,” tambahnya.

OJK juga mencatat premi industri asuransi nasional per September 2015 naik 17,1 persen dari posisi Agustus 2015 dan meningkat sebesar 11,9 persen dari periode yang sama tahun 2014. Premi terbesar disumbangkan perusahaan asuransi jiwa, diikuti premi asuransi sosial dan asuransi umum.

Selain itu, sampai September 2015 terdapat lebih dari 137 perusahaan asuransi konvensional yang terdiri dari perusahaan asuransi jiwa, perusahaan asuransi umum, perusahaan reasuransi, perusahaan yang menyediakan asuransi wajib dan asuransi sosial. Selain itu, tercatat 52 perusahaan asuransi dan unit usaha yang menyelenggarakan prinsip syariah, 168 perusahaan pialang asuransi, 28 perusahaan pialang reasuransi, dan 28 perusahaan penilai kerugian/loss adjuster.  (bst)