OJK: Ada 4 Hal Warnai Industri Perbankan

OJK: Ada 4 Hal Warnai Industri Perbankan

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman Hadad, perkirakan ada empat perkembangan penting yang akan mewarnai pertumbuhan industri perbankan di masa yang akan datang.

Pertama, OJK melihat ada kemungkinan pengintegrasian produk perbankan dengan produk pasar uang dan pasar modal dalam upaya memperdalam instrumen keuangan di pasar keuangan domestik.

Kedua, perbankan harus siap meningkatkan penyaluran kredit investasi, terutama di sektor manufaktur, energi, dan infrastruktur. Selain itu, perbankan harus siap memperbarui dan merevitalisasi kapasitas perindustrian sehingga dapat menghasilkan produk-produk dengan nilai tambah tinggi.

Ketiga, perubahan lanskap regulasi industri perbankan menuntut reformasi yang komprehensif, mencakup struktur permodalan, likuiditas, governance dan sekuritisasi guna menurunkan probabilitas kegagalan institusi.

Namun, situasi keterbatasan modal domestik serta pembatasan kepemilikan modal asing, masalah pemenuhan kebutuhan permodalan menjadi tidak mudah. Alternatifnya adalah peningkatan permodalan bank melalui pemupukan modal secara organik.

Keempat, walaupun integrasi sektor perbankan dalam masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) baru terjadi tahun 2020, namun terintegrasinya pasar modal di 2015 dapat memberikan tekanan di sisi pendanaan dan pembiayaan Bank. Nasabah kelak memiliki lebih banyak alternatif penempatan dana selain perbankan.

“Perbankan harus siap dengan kondisi itu. OJK akan memfasilitasi komunikasi dengan otoritas negara lain untuk menjamin adanya kesetaraan level of playing field,” pungkas Muliaman, di Jakarta akhir pekan. (kon/bh)