Nyekar Jelang Puasa Ramadan

 

Nyekar Jelang Puasa Ramadan

Ribuan warga berduyun-duyun mendatangi makam-makam Islam di Surabaya sejak pagi hingga sore hari. Mereka bermaksud untuk melakukan nyekar untuk mendoakan keluarga yang telah meninggal dunia.

Kegiatan ini sendiri rutin dilakukan umat Islam sebelum memasuki hari puasa Ramadan. Mereka tidak saja mendoakan orang tua atau sanak keluarga yang mendahului, namun juga untuk membersihkan makamnya.

Kedatangan para penziarah ini membuat semua warga yang berada di areal makam ketiban rezeki. Mulai dari tukang parkir motor dan mobil, penjual bunga, hingga pengemis serta pembersih makam.

Andreas Netraliyanto, salah satu peziarah ditemui di tempat pemakaman umum (TPU) Ngagel mengatakan dirinya rutin untuk melakukan tradisi nyekar tersebut.

“Sejak kecil oleh orang tua sudah diajari untuk nyekar di makam nenek dan saudara yang telah mendahului sebelum memasuki bulan puasa,” katanya sambil tangannya membersihkan nisan neneknya yang bertuliskan nama Mudjiati itu, Jumat (27/6/2014).

Andreas tidak sendirian. Ia juga mengajak keluarganya yang lain termasuk ibundanya sendiri. Usai mendoakan makam neneknya, ia beringsut ke makam Ngagel di seberangnya untuk berziarah di makam saudara kandungnya.

“Makam keluarga tidak hanya ada disini. Tapi juga ada di TPU Demak dan Tandes. Habis dari sini kesana,” ujarnya.

Dan yang ketiban rezeki seperti Murtiah penjual bunga nyekar mengaku bersyukur atas moment berkah lebaran ini. Kalau di hari biasa dirinya hanya menjual 5 kilo bunga sekar, kini bisa lebih dari 40-50 kilogram bunga.

“Syukur Alhamdulillah. Rezeki barokah setiap tahun Ramadan,” katanya sambil sibuk melayani pembeli yang mengerumuninya. (wh)