Nurul Kirana Kebaya Belajar Tata Busana di China

Nurul Kirana Kebaya Belajar Tata Busana di China

Nurul Istiqomah (berdiri nomer 5 dari kiri) bersama rekan-rekannya belajar di China.foto:ist

Nurul Istiqomah, owner Kirana Kebaya anggota Pejuang Muda Surabaya, mendapat kesempatan belajar di Jiangsu Vocational Institute of Architectural Technology China. Dia terpilih melalui program Pembinaan Guru Pendidikan Menengah (Dikmen) dan Pendidik Khusus (Diksus) 1.000 Guru Keluar Negeri Program ini dicetuskan Kementerian Pendidikan & Kebudayaan pada 3 Maret-23 Maret 2019 lalu.

Sebelum berangkat, Nurul harus menjalani proses seleksi dan pelatihan selama sepekan di Jakarta. “Di sana, saya dapat pembekalan. Begitu juga setelah pulang, kita juga diwajibkan membuat laporan dari hasil pelatihan kita selama di China. Untuk proses seleksinya, saya diseleksi dari jumlah prestasi di tingkat nasional mulai tahun 2015-2018,” tegas Nurul kepada enciety.co, Senin (29/4/2019).

Menurut dia, total peserta yang ikut seleksi sekitar 4 juta guru formal dan non formal. Untuk jumlah peserta yang diberangkatkan sekitar 1.200 guru ke beberapa negara.

“Alhamdulillah, dari jumlah tersebut, saya satu-satunya guru non formal yang lolos. Saya masuk kategori guru non formal Tata Busana di Jawa Timur. Satu dari 100 orang yang diberangkatkan ke China,” paparnya, lantas tersenyum.

Selama di China, Nurul mengaku banyak mendapat pengalaman dan ilmu baru. Di antaranya cara mengajar tata busana. “Contohnya, cara mengajar secara kelompok yang diikuti 3-4 orang murid. Bagaimana cara memanfaatkan teknologi untuk mengajar,” tegas Nurul.

Menurut Nurul, sistem kompetisi belajar di China sangat ketat. Antar kelompok dituntut bisa menguasai semua materi yang diajarkan. Selain itu, jika ada rekan satu tim yang belum dapat menguasai materi, mereka wajib membantunya.

Nurul Kirana Kebaya Belajar Tata Busana di China

“Jadi tidak hanya kompetisi, mereka diajarkan kebersamaan. Proses belajar di sana tidak tersentral pada seorang guru saja. Lewat cara itu, murid-murid dapat lebih berkembang. Kalau ada satu murid ketinggalan materi, dia akan bertanya dulu dengan kawannya, sehingga mereka jadi cepat belajar,” terangnya.

Nurul juga mengatakan jika pemanfaatan teknologi juga jadi satu hal yang vital. Kata dia, pemanfaatan teknologi tidak hanya sebatas komunikasi antarmurid dan guru. Mulai dari desain produk, presentasi, sampai konsultasi dan penilaian dilakukan via teknologi.

“Mudah-mudahan Indonesia bisa mengadaptasi beberapa hal yang ada di China. Contohnya, cara pembelajaran tim yang dilakukan, ini bisa diterapkan. Saya yakin hasilnya bakal efektif,” tegasnya. (wh)

Nurul Kirana Kebaya Belajar Tata Busana di China

2 komentar di “Nurul Kirana Kebaya Belajar Tata Busana di China

  1. Joos mbak Kirana, ayuk pakai Batik Te’ye’ng Surabaya sebagai bahan design baju nya

    1. Maturnuwun pak firman, semoga batik teyenk juga semakin mendunia.. 😊🙏🏻

Komentar di tutup.