Normalkan Hubungan, Polri Tawari 50 Penyidik ke KPK

badrodin haiti
Polri menawari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tambahan penyidik 50 petugas. Tawaran ini disampaikan oleh Plt Kapolri Komjen Badrodin Haiti saat bertemu dengan Plt Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi  Taufiqurrahman Ruki. “Waktu saya sampaikan butuh penyidik, Pak Badrodin menjawab, ‘mau butuh berapa? 50? Besok saya kirim 50 penyidik’,” kata Ruki dalam jumpa pers bersama Badrodin usai pertemuan.
Namun Ruki mengatakan setiap penyidik di komisi anti rasuah ini harus tetap melewati proses seleksi di lembaganya, sehingga tidak serta merta bisa menerima atau menugaskan penyidik baru yang dikirim Polri.
Keterangan Ruki ini sebetulnya dalam konteks menjelaskan hubungan Polri-KPK yang kerap diwarnai benturan, di mana dalam setiap periode kepengurusan KPK pasti ada pejabat Polri yang menjadi tersangka. Namun menurut Ruki pada dasarnya hubungan dua lembaga itu cukup “mesra.” “Hubungan Polri dan kamis sudah demikian mesranya. Setiap rekrutmen pertama KPK dididik dan dilatih di Akpol (Akademi Kepolisian) selama tiga bulan,” ujar Ruki.
Disinggung mengenai kondisi KPK saat ini, Taufiqurrahman Ruki mengaku kaget. Menurutnya, kondisi saat ini sudah jauh lebih baik ketimbang saat dipimpinnya dulu pada periode 2003-2007. Dengan berkelakar, Ruki menyebut Komisi Pemberantasan Korupsi yang saat ditinggalkannya masih berada di Kuningan, saat ini sudah berkembang hingga Cirebon, Jawa Barat. “Enam tahun ini, sudah berada pada koordinat yang lain,” ujar Ruki, dalam konferensi pers di  Jakarta, Jumat (20/2/2015).
Dalam pertemuan itu, Ruki menuturkan, tidak menyinggung kasus yang menjerat keduanya. Abraham dan Bambang hanya menjelaskan berbagai program yang sedang dan belum dikerjakan. “Kami berkumpul di ruangan, beliau jelaskan program-program KPK yang sedang dan belum dikerjakan tapi beliau tidak bicara soal kasus karena tahu tidak boleh touching dengan itu,” ujarnya. (bst)