Normalisasi Kalimas, Surabaya Gandeng Pemerintah Belanda

Normalisasi Kalimas, Surabaya Gandeng Pemerintah Belanda

Pemerintah Kota Surabaya merencanakan kerjasama untuk berbagi teknologi dan ilmu sistem drainase dengan Pemerintah Belanda. Hal itu dilakukan guna menormalisasi Kalimas agar bisa digunakan sebagai sarana transportasi air. Belanda dipandang lebih mumpuni untuk urusan teknologi dan ilmu tersebut.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengungkapkan ketertarikannya usai bertemu Menteri Infrastruktur dan Lingkungan Hidup Belanda, Melanie Schultz van Haegen beserta rombongan di Balai Kota Surabaya, Jumat (4/4/2014).

“Di Belanda itu ada alat keruk sekaligus lumpur atau pasir sungai bisa ditampung satu kali kerja tidak perlu diambil lalu dipindah ke truk. Aku ingin lihat itu dan minta bantuan ke mereka,” kata Risma.

Risma menilai, teknologi itu akan sangat bermanfaat dan cepat menyelesaikan masalah pendangkalan sungai Kalimas. Selama ini, pemkot masih menggunakan alat berat konvensional, lalu dipindahkan ke truk pengangkut lumpur. “Dia (Menteri Belanda, Red) ngomong sekarang malah sudah computerized. Jadi orangnya nggak perlu masuk (ke gorong-gorong, Red). Pak Jokowi punya juga, tapi tidak digunakan,” tukasnya.

Sementara Melani Schultz mengatakan, sangat penting bagi suatu kota memperhatikan sistem drainasenya. “Apalagi ada urbanisasi, kota semakin berkembang. Ekonomi kota terus tumbuh dan ini harus diperhatikan agar tidak jatuh,” ujarnya kepada wartawan usai pertemuan.

Melanie juga mengaku akan berbagi ilmu ke pemkot untuk sistem drainase, karena dia melihat curah hujan di Surabaya cukup lebat dan deras. “Kami akan diskusikan ilmu apa yang bisa kami tukarkan. Termasuk  bagaimana sistem drainase yang bagus. Kami lihat Surabaya hujannya deras, kami harap bisa berikan ilmu agar kota bisa lebih baik,” tandasnya.

Pihaknya menjanjikan sesegera mungkin akan memulai kerjasama itu. “Kami akan kembali dan membawa beberapa ahli dari Belanda untuk mempelajari,” tegasnya.(wh)