NKK Sesalkan Sampoerna Tutup Pabrik Kretek

 

NKK Sesalkan Sampoerna Tutup Pabrik  Kretek

Keputusan PT HM Sampoerna menutup pabrik kretek disesalkan oleh Koordinator Nasional Komunitas Kretek (NKK). Mereka menilai keputusan itu  bakal berdampak besar pada para karyawan yang selama ini menggantungkan hidup di pabrik tersebut. Seperti diketahui, PT HM Sampoerna Tbk  akanmenutup dua pabrik Sigaret Kretek Tangan (SKT) di Jember dan Lumajang, mulai 31 Mei mendatang. Penutupan ini membuat sekitar 4.900 karyawan akan terkena PHK.

“Kalau turunnya pangsa pasar, seharusnya justru tidak Sampoerna saja yang terimbas. Tetapi perusahaan-perusahaan kretek lain yang akan mati. Karena bagaimana pun brand SKT Sampoerna lebih kuat dibanding perusahaan SKT lainnya,” kata Abhisam dalam rilisnya di Jakarta, Senin (19/5/2014).

Pihaknya menilai PHK yang dilakukan Sampoerna ini tidak ada kaitanya dengan menurunnya trend pasar kretek. Tetapi lebih karena keinginan Sampoerna untuk melakukan efisiensi perusahaan dan juga bagian dari skenario besar dari kepentingan industri rokok asing untuk menghancurkan kretek Indonesia.

Dugaan Abhisam diperkuat dengan dukungan Sampoerna pada Peraturan Pemerintah No 109 / 2012 yang memuat aturan mengenai standarisasi tembakau.

“Dengan standarisasi tembakau itu kan rokok putih makin bebas, dan SKT makin tergerus, tidak heran kalau Sampoerna mulai menutup pabrik SKT,” ujar Abhisam.

Dia juga menduga Sampoerna ingin untuk mengubah produksi SKT menjadi Sigaret Kretek Mesin (SKM) atau rokok putih, yang tidak memerlukan banyak tenaga kerja. Terlebih lagi, Sampoerna berkepentingan untuk memperluas pangsa rokok putih Philip Morris International di Indonesia.

“Maka dari itu, kami mengecam kebijakan dari PT HM Sampoerna yang melakukan PHK atas 4.900 buruhnya. Dan kali ini buruh yang menjadi korban dari rencana besar penghancuran kretek Indonesia, dan kepentinganya untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar dengan memproduksi rokok SKM,” tutupnya. (snd/ram)