Nilai Tukar Nelayan Jatim Turun 0,42 Persen pada Juni 2019

Nilai Tukar Nelayan Jatim Turun 0,42 Persen pada Juni 2019

foto:dok/enciety.co

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim Teguh Pramono menjelaskan, Nilai Tukar Nelayan (NTN) Jawa Timur bulan Juni 2019 turun 0,42 persen dari 126,17 di bulan Mei 2019 menjadi 125,64 dibulan Juni 2019. Penurunan ini disebabkan karena indeks harga yang diterima nelayan turun sebesar 0,27 persen dari 173,95 menjadi 173,48.

“Perkembangan indeks harga yang diterima nelayan bulan Juni 2019 terhadap Desember 2018 (tahun kalender) naik sebesar 1,71 persen. Adapun perkembangan indeks harga yang diterima nelayan bulan Juni 2019 terhadap bulan Juni 2018 (year-on-year) mengalami kenaikan sebesar 2,36 persen,” kupas Teguh dalam acara Press Converence yang diadakan di Kantor BPS Jatim, Jalan Kendangsari Industri Surabaya, Senin (1/7/2019).

Indeks harga yang dibayar nelayan pada bulan Juni 2019 dibanding bulan Mei 2019 naik sebesar 0,15 persen dari 137,86 menjadi 138,08. Kenaikan ini disebabkan oleh naiknya indeks konsumsi rumah tangga sebesar 0,15 persen, dan indeks harga Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) naik sebesar 0,16 persen.

Untuk perkembangan indeks harga yang dibayar nelayan bulan Juni 2019 terhadap Desember 2018 (tahun kalender) mengalami kenaikan sebesar 2,08 persen. Adapun perkembangan indeks harga yang dibayar nelayan bulan Juni 2019 terhadap Juni 2018 (year-on-year) mengalami kenaikan sebesar 3,62 persen.

“Kami juga mencatat perkembangan NTN bulan Juni 2019 terhadap Desember 2018 (tahun kalender) turun sebesar 0,35 persen. Adapun perkembangan NTN bulan Juni 2019 terhadap bulan Juni 2018 (year-on-year) turun sebesar 1,22 persen,” tutur Teguh.

Dari enam provinsi di Pulau Jawa yang melakukan penghitungan NTN pada bulan Juni 2019, tiga provinsi mengalami kenaikan NTN dan tiga provinsi mengalami penurunan NTN. Kenaikan NTN terjadi di Provinsi Banten sebesar 2,16 persen, Provinsi Jawa Barat sebesar 0,68 persen, dan Provinsi DKI Jakarta yang naik sebesar 0,55 persen.

“Ada pun provinsi yang mengalami penurunan NTN adalah Provinsi D.I. Yogyakarta sebesar 1,89 persen, Provinsi Jawa Timur 0,42 persen, dan Provinsi Jawa Tengah sebesar 0,02 persen,” cetusnya.(wh)