Nilai Ekspor dan Impor Jatim Meningkat selama 2 Dekade Terakhir

Nilai Ekspor dan Impor Jatim Meningkat selama 2 Dekade Terakhir

foto: bps jatim

Sama halnya dengan nilai ekspor, nilai impor Provinsi Jawa Timur juga cenderung mengalami peningkatan selama dua dekade terakhir (2000–2020). Peningkatan impor terbesar pada dekade terakhir terjadi pada tahun 2008 dari USD 11.461,68 juta pada tahun 2007 menjadi USD 17.846,11 juta atau naik sebesar 55,70 persen.

Hal tersebut tercatat dalam laporan “Statistik Ekspor Provinsi Jawa Timur 2021” sebagaimana dilansir dari laman resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim pada 4 Agustus 2022.

Kepala BPS Jatim Dadang Hardiwan menjelaskan, tahun 2010 dan 2011 impor Provinsi Jawa Timur naik masing–masing sebesar 41,18 persen dan 43,92 persen. Selanjutnya nilai impor Provinsi Jawa Timur mulai melambat dengan kenaikan yang hanya sebesar 0,66 persen dari USD 25.046,10 juta pada tahun 2013 menjadi USD 25.210,96 juta pada tahun 2014.

Dua tahun berikutnya yaitu tahun 2015 dan 2016, impor Provinsi Jawa Timur sempat mengalami penurunan. Pada tahun 2015 turun tajam sebesar 23,50 persen menjadi USD 19.286,53 juta dan tahun 2016 turun sebesar 3,59 persen menjadi USD 18.594,38 juta.

Tahun 2017-2018 impor kembali meningkat menjadi USD 22.116,43 juta dengan kenaikan sebesar 18,94 persen pada tahun 2017 dan kembali naik sebesar 16,35 persen pada tahun 2018 menjadi USD 25.732,70 juta.

Tahun 2019 impor Provinsi Jawa Timur kembali menurun sebesar 9,31 persen menjadi USD 23.335,84 Juta. Bahkan pada tahun 2020 merosot tajam menjadi USD 19.985,67 juta atau turun sebesar 14,36 persen dibandingkan tahun 2019.

Namun demikian pada tahun 2021, kinerja impor Jawa Timur naik tinggi dan tumbuh sebesar 37,50 persen dengan nilai sebesar USD 27.479,47 juta.

Perekonomian Provinsi Jawa Timur dilihat dari neraca perdagangan luar negeri menunjukkan kinerja yang baik dengan nilai surplus yang terjaga pada periode sebelum tahun 2004.

Defisit perdagangan dimulai pada tahun 2004 dan naik turun tidak stabil pada tahun-tahun berikutnya. Dalam dekade terakhir, kinerja perdagangan luar negeri Provinsi Jawa Timur terbaik terjadi pada tahun 2016 dilihat dari neraca perdagangan yang surplus, terutama pada sektor non migas. (wh)