Nikkei   Akuisisi Harian Financial Times Senilai Rp 17 Triliun

Investors in the UK are keeping a sharp eye on the FTSE Index, after day when the London Stockmarket recorded it's worst showing since December 1996.   *  Despite an effort by George Bush to halt the slide of the Dollar, the US currency continues to slide, sparking fears of a recession that could effect markets worldwide.
Investors in the UK are keeping a sharp eye on the FTSE Index, after day when the London Stockmarket recorded it’s worst showing since December 1996. * Despite an effort by George Bush to halt the slide of the Dollar, the US currency continues to slide, sparking fears of a recession that could effect markets worldwide.

Grup media asal Jepang Nikkei mengakuisisi surat kabar asal Inggris Financial Times  dengan nilai sebesar 844 juta pound sterling atau Rp 17,6 triliun rupiah. Nikkei Inc adalah penerbit Nihon Keizai Shimbun yang merupakan koran bisnis harian terbesar di Jepang. Nikkei memiliki oplah 3 juta eksemplar dan 430.000 pelanggan digital berbayar.

Financial Times , yang berdiri sejak 1888, adalah surat kabar bisnis dengan sirkulasi (digital dan cetak) sekitar 720.000 pembaca, di mana 70 persen di antaranya berasal dari digital. Nikkei membayar 844 juta pounds kepada Pearson Plc untuk membeli Financial  Times Group, yang memiliki sekitar 500 jurnalis di 50 lokasi di seluruh penjuru dunia. Akuisisi ini tidak mencakup 50 persen kepemilikan Pearson di majalah The Economist.

“Nikkei memiliki staf yang banyak tetapi mereka terfokus pada berita seputar pembaca Jepang. Dengan akuisisi ini maka, Nikkei mendapatkan akses ke pembaca di Korea, Hong Kong, Singapura dan Tiongkok,” kata Ken Doctor, analis media dari Newsonomics.

Nikkei mengatakan akan menggunakan Financial Times untuk mendorong pertumbuhan digital dan memperkuat posisinya di pasar global.  Media ini  adalah salah satu dari sedikit surat kabar yang sukses beralih ke layanan situs berbayar. Saat ini, Harian  ini memiliki sekitar 500.000 pelanggan digital.

Nikkei, yang berdiri sejak 1876, menghasilkan pendapatan USD 2,4 miliar tahun lalu, empat kali lipat penjualan Financial  Times Group. Laba operasional Nikkei juga tiga kali lipat yakni  sebesar 24 juta pounds. (bst)