Neymar Nyaris Habiskan Hidup di Kursi Roda

 

Neymar Nyaris Habiskan Hidup di Kursi Roda

Setelah dihantam cedera dalam partai perempat final melawan Kolombia, Neymar akhirnya melakukan konferensi pers, Kamis (10/7/2014). Dengan penuh emosional, pemain yang cedera karena diterjang Juan Camilo Zuniga ini mengungkapkan perasaannya. Dia juga sempat meneteskan air mata saat konferensi pers tersebut.

Akibat aksi Zuniga itu, Neymar mengalami patah tulang belakang yang menghentikan aksinya di Piala Dunia 2014. Absennya pemain Barcelona ini disebut-sebut sebagai salah satu faktor kekalahan telak Brasil 1-7 ketika bertemu Jerman di semifinal.

Neymar mengaku dirinya masih beruntung tak mengalami cedera lebih parah yang bisa membuatnya harus memakai kursi roda. “Jika saya diterjang dua sentimeter lebih bawah maka saya harus memakai kursi roda,” tutur pemain yang direkrut Barca dari Sao Paulo ini.

“Saya ingin sekali bertemu dengan rekan-rekan setim saya lagi. Tentu saja situasinya saat ini sangat buruk, namun mendapati kenyataan saya bisa berjalan lagi di sini membuat saya bahagia,” paparnya.

“Seperti yang saya pernah katakan kepada kawan-kawan saya, ‘Kita mulai bersama dan kita akhiri bersama.’ Ini kekalahan bersejarah, namun itu tak berarti kami harus berjalan menunduk. Ini olahraga. Saya berharap kami bisa tersenyum lagi sesegera mungkin,” papar pemain berusia 22 tahun ini.

Dia mengaku tak tahu apa yang terjadi pada tim Brasil saat dihantam Jerman di semifinal. “Soal gampang berbicara setelah pertandingan, namun pasti berat jika kita berada di lapangan,” tutur pemain yang telah 54 kali membela “Selecao” ini.

“Saya tak malu mengatakan saya adalah bagian dari tim yang kalah 1-7. Saya bangga mengatakan bahwa saya bermain bersama Thiago Silva, Fred, dan lainnya,” kata Neymar lagi.

Neymar mengaku perasaannya sangat tersiksa karena tak bisa membantu rekan-rekannya. Dia mungkin bisa mencegah timnya dari kekalahan telak yang masuk rekor terburuk dalam sejarah timnas Brasil itu.

“Ini salah satu pekan terburuk dalam hidup saya. Saya tak bisa mengingat yang lebih buruk dari ini dan saya akan belajar dari hal ini. Tuhan tahu segalanya dan jika Dia mengharuskan ini terjadi maka pasti ada alasannya,” Neymar menambahkan.

Neymar juga menyesalkan Zuniga yang bisa bertindak membahayakan kepada dirinya. “Saya tak bisa menerima pengakuan Zuniga yang menyebut tindakannya kepada saya adalah hal normal. Semua orang sepak bola tahu apa itu yang normal,” papar Neymar.

“Dia menerjang dari belakang sehingga saya tak bisa menghindarinya,” katanya. “Tuhan masih memberkati saya. Jika yang terkena dua sentimeter lebih bawah, saya mungkin harus berada di kursi roda,” ujarnya.

Neymar mengakui Zuniga menelepon keesokan harinya dan meminta maaf. “Saya sama sekali tak merasakan kebencian dan berharap dia menjalani karier terbaik,” kata Neymar tentang pemain Kolombia yang kini membela Napoli itu.

Meski terdapat rivalitas sengit antara Argentina dengan Brasil, Neymar tetap menjagokan tim Amerika Selatan itu dalam final melawan Jerman. “Saya berharap kedua tim beruntung. Mereka sudah taklukkan semuanya. Leo (Lionel) Messi layak meraih gelar. Sebagai teman dan rekan satu tim di Barcelona, saya akan dukung dia dan Javier Mascherano,” ujar Neymar. (bst/ram)