Newmont – Freeport Masih Boleh Ekspor Mineral

Newmont-Freeport Masih Boleh Ekspor Mineral

Kontrak Karya (KK) sektor pertambangan bisa sedikit lega karena masih diperbolehkan ekspor mineral. Padahal, sebelumnya pemerintah melalui UU Minerba Nomor 4 Tahun 2009 secara konsisten menerapkan pelarangan ekspor Minerba.

Direktur Pengusahaan Mineral Direktorat Jenderal Minerba Kementerian ESDM Dede Ida Suhendra mengatakan, bagi Newmont dan Freeport masih diperbolehkan melakukan ekspor mineral.

“Untuk Kontrak Karya (KK) seperti Newmont dan Freeport dapat melakukan ekspor, karena kedua KK ini telah melakukan pengolahan biji dan pemurnian,” kata Dede saat acara Diskusi Regulasi Baru UU Minerba di Kahmi Center, Jakarta, Senin (13/1/2014).

Dede menjelaskan, meskipun sudah melakukan pengolahan dan pemurnian, Newmont dan Freeport juga harus melakukan produksi sesuai dengan penetapan yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Seperti kadarnya CO-nya itu 25 hingga 30 persen dalam mineral,” tambahnya.

Dede mengaku, setelah bertemu dengan Kadin, Apemindo dan asosiasi lainnya yang berkaitan dengan industri kegiatan pertambangan, banyak perusahaan tambang termasuk Newmont dan Freeport yang meminta untuk menurunkan kadar mineralnya.

“Ada yang ingin konsentratnya disamakan menjadi 15 persen, justru kalau diturunin itu malah rugi,” pungkasnya. (oke/bh)