Negara Kehilangan Rp 17,12 T Setahun jika Blok ONWJ Ditutup

 

Negara Kehilangan Rp 17,12 T Setahun jika Blok ONWJ Ditutup

Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) yang berlokasi di Pelabuhan Cilamaya, Karawang Karawang, Jawa Barat, terancam ditutup.

Jika Blok ONWJ ditutup, negara berpotensi kehilangan pendapatan USD 1,46 miliar atau Rp 17,12 triliun. Perhitungan itu dengan menggunakan asumsi produksi ONWJ sekitar 40 ribu barel per hari (bph) dan harga minyak dunia USD 100 per barel.

“Itu potensi kehilangan pendapatan di APBN, belum termasuk produksi gas. Lifting migas juga  akan berpengaruh,” kata  Vice President Communication Corporate Pertamina Ali Mundakir di sela acara Pertamax and Fastron Go To Europe 2014 di Milan, Italia, Senin (9/8/2014).

Pembangunan pelabuhan Cilamaya bakal menyebabkan ditutupnya sebagian sumur di Blok ONWJ. Namun karena seluruh fasilitas produksi migas terintegrasi sehingga jika ada satu sumur ditutup maka seluruh sumut harus dimatikan.

“Siapa yang bisa jamin kapal tidak nyasar ke ONWJ, meski pakai GPS, itukan hanya petunjuk arah, tapi kan ada angin dan arus. Sekarang ini banyak kapal yang menyasar,” terangnya.

Pertamina berharap pemerintah bisa mencari lokasi lain untuk membangun pelabuhan baru. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga telah menyatakan minatnya untuk mengganti rencana pembangunan pelabuhan Cilamaya dengan mengekspasi pelabuhan Tanjung Perak di daerah Jawa Tengah.

“Kalau minyak nyarinya saja sulit. Inikan sudah produksi, ini kan istilahnya air dari tempayan dibuang, mengharapkan hujan dari langit,” tuturnya.

Ali menuturkan ONWJ merupakan tulang punggung untuk mendongkrak produksi migas Pertamina dalam 30 tahun ke depan.

“Selain ONWJ, lapangan yang dikelola Pertamina EP juga menjadi backbone,” jelas Ali. (lp6/wh)