Nasib Malaysia Airlines Pasca Kasus MH17

 

Nasib Malaysia Airlines Pasca Kasus MH17

Tahun ini merupakan tahun tragis bagi Malaysia Airlines (MAS). Baru empat bulan dihantam tragedi hilangnya pesawat MH370 yang hilang sampai sekarang, kini maskapai plat merah Malaysia ini dihantam masalah yakni jatuhnya pesawat  MH17 jatuh di Ukraina.

Analis mengatakan, masa depan Malaysia Airlines berada di ujung tanduk. Untuk itu, kemungkinan pemerintah Malaysia harus melakukan penyelamatan terhadap perusahaan dari bencana finansial.

Malaysia Airlines menghadapi persaingan sengit dalam beberapa tahun terakhir dengan beberapa maskapai penerbangan regional, termasuk maskapai penerbangan murah AirAsia yang mampu menawarkan tiket dengan harga lebih murah.

Maskapai penerbangan tersebut mencoba menggenjot pendapatan dengan menjual lebih banyak tiket dibandingkan menaikkan harga, sementara menjaga biaya operasional tetap terkendali. Malaysia Airlines juga membatalkan beberapa rute penerbangan panjang.

Akan tetapi strategi tersebut tidak berjalan mulus. Iklim bisnis yang ada memaksa maskapai tersebut berada pada zona merah selama 3 tahun berturut-turut, yang berujung pada kerugian mencapai 4,2 miliar ringgit atau 1,3 miliar dollar AS.

Pemerintah Malaysia pernah membantu maskapai penerbangan ini sebelumnya, walaupun dampak bantuan ini tampaknya hanya temporer. Namun demikian, analis menyatakan, jika pemerintah kembali membantu Malaysia Airlines, maka kemungkinan maskapai ini gulung tikar menjadi kecil.  “Bantuan itu membantu (Malaysia Airlines) dari utang dan berdampak pada keuntungan, sebelum ada ketidak cocokkan manajemen dan tindakan serikat pekerja,” kata Kepala Analis Riset Transportasi Asia Pasifik Credit Suisse Timothy Ross. (kmp/ram)