Nasi Timbel Jadi Menu Favorit Makan Siang

Nasi Timbel Jadi Menu Favorit Makan Siang
Nasi Timbel karya peserta pelatihan culinary business Pahlawan Ekonomi di Kaza City, Jalan Kapas Krampung, Surabaya, Minggu (26/7/2015). arya wiraraja/enciety.co

Aneka masakan dengan cita rasa khas menjadi tema pelatihan Pahlawan Ekonomi Surabaya. Kali ini, para perempuan yang mayoritas ibu rumah tangga di Surabaya diajari membuat nasi timbel.

Nasi Timbel, nasi gurih yang dibungkus daun pisang dan kemudian dimasak lagi dengan cara dikukus. Menu ini menjadi salah satu menu favorit ketika makan siang dibeberapa restoran ternama di Kota Surabaya.

Menurut Supilih, fasilitator pelatihan culinary business Pahlawan Ekonomi, menu ini adalah menu yang komplet. Karena nasi timbel dilengkapi bermacam lauk.

“Seperti, ayam bakar atau goreng, tahu bacem, tempe bacem, sambel terasi, sayur asem dan tidak lupa pula lalapan sayur daun selada, timun dan tomat segar. Maka dari itu, menu ini sangat laris ketika jam makan siang,” terang Supilih saat ditemui enciety.co di Kaza City, Jalan Kapas Krampung, Surabaya, Minggu (26/7/2015).

Kata dia, untuk membuat nasi timbel yang nikmat butuh bumbu rempah yang dihaluskan. Bumbu itu terdiri dari bawang merah, ketumbar, merica, jintan dan garam. Setelah itu, campur bumbu dengan bahan dasar, seperti daging sapi dan daging ayam.

“Semua bumbu tercampur rata, maka endapkan campuran tersebut selama kurang lebih 1 jam dan goreng atau bakar daging sapi dan ayam tersebut hingga matang,” papar staf pengajar Surabaya Hotel School (SHS) Surabaya itu.

Setelah itu, imbuh dia, siapkan beberapa helai daun pisang dan bungkus nasi gurih yang telah disiapkan. Supilih mengatakan, kita harus memastikan bahwa nasi gurih telah terbungkus sempurna dan benar-benar padat dengan daun pisang. Hal ini dilakukan agar memaksimalkan penguapan pada saat mengukus nasi tersebut, sehingga nasi yang di hasilkan nanti benar-benar nikmat.

Ia mengimbuhkan, dibutuhkan waktu 30 menit untuk meracik dan menyajikan menu komplit tersebut. “Untuk menyiapkan daging, ayam dan nasinya, kita dapat memasaknya secara bersamaan, namun perlu ketelitian yang tinggi, sebab jika nasi terlalu lama dikukus akan menghasilkan nasi yang terlalu lembek, tegasnya.

Supilih juga menjelaskan, jika pemilihan menu yang diajarkan pada Pelatihan Culinary Business Pahlawan Ekonomi ini juga mempertimbangkan nilai ekonominya.

“Menu ini dapat dijual per porsi dengan harga Rp 35 ribu. Total modal untuk membeli bahan-bahan dasar kita menghabiskan Rp 15 ribu per porsinya,” jelas dia. (wh)