Nasabah Koperasi Cipaganti Ingin Investasinya Kembali

Nasabah Koperasi Cipaganti Ingin Investasinya Kembali

Para nasabah Koperasi Cipaganti Karya Guna Persada kembali akan melakukan pertemuan guna membahas nasib dana investasi mereka di kawasan Sentul, Senin 1 Juli mendatang.

Menurut keterangan salah seorang nasabah Koperasi Cipaganti Wardjito Soeradi, dalam kesempatan nanti juga akan dilaksanakan voting apakah para nasabah setuju jika koperasi milik Grup Cipaganti itu akan dipailitkan.

“Secara pribadi saya tidak ingin Koperasi Cipaganti diputuskan pailit karena bisa-bisa dana investasi saya tidak kembali, sebagian dari kami sudah tidak memikirkan keuntungan yang penting dana investasi bisa kembali,” kata Wardjito,  Rabu (25/6/2014).

Menurut Wardjito pembayaran keuntungan investasi kepada para nasabah yang mencapai 1,6-1,95 persen per bulan mulai tersendat sejak awal 2014. “Saya mulai menjadi nasabah pada Januari 2013 dengan nilai investasi sebesar Rp 500 juta. Keuntungan investasi mulai tidak saya dapatkan sejak Februari 2014 hingga saat ini,” papar Wardjito.

Wardjito menuturkan para nasabah sempat diundang pihak manajemen koperasi pada 14 Maret lalu untuk mengadakan pertemuan yang dihadiri pula oleh Ketua Koperasi Rochman Sunarya Saleh dan Sekretaris Cece Kadarisman.

Pertemuan tersebut membahas kondisi koperasi yang sedang mengalami penurunan usaha terkait regulasi baru mengenai hilirisasi produk mineral dari pemerintah.

Seusai pertemuan tersebut para nasabah menerima hasil putusan koperasi yang telah menyusun jadwal rencana pemulihan untuk pembayaran keuntungan investasi kepada investor di bulan tertentu.

Dalam skema yang ditawarkan manajemen Koperasi Cipaganti saat itu, rencana pemulihan dibagi dalam dua tahap yakni masa pemulihan dari April-Juli dan masa stabilisasi pada Agustus-Oktober.

Dalam masa pemulihan, koperasi akan mengundurkan pembayaran selama satu bulan. Misalnya, pembayaran keuntungan investasi bulan Maret akan dibayarkan pada April. Hingga akhirnya pembayaran bulan Agustus akan dibayarkan pada September bersama sebagian keuntungan bulan September.

Pada Oktober pembayaran sisa keuntungan bulan September dibayarkan beserta keuntungan bulan Oktober. Selanjutnya, Koperasi menjanjikan pembayaran kembali normal.

“Namun hingga saat ini belum ada pembayaran hasil investasi yang diterima oleh para nasabah,” tutur Wardjito.

Terkait kondisi ini, pihak manajemen Koperasi Cipaganti Karya Guna Persada tidak merespon saat Bisnis coba menghubungi untuk melakukan upaya verifikasi. (oke/ram)