Naning Terharu Ingat Tas Buatannya Dibeli Wali Kota Risma

Naning Terharu Ingat Tas Buatannya Dibeli Wali Kota Risma

Naning memaerkan produk tas handmade buatannya.foto:arya wiraraja/enciety.co

Alah bisa karena biasa. Begitu kata peribahasa. Sesuatu yang sukar, kalau sudah biasa dikerjakan, tidak terasa sukar lagi. Belajar dengan ketekunan pasti akan berbuah hasil.

Spirit itu ditunjukkan Naning, owner Bintang Collection. Perempuan pelaku usaha Surabaya ini. Berbekal secuil ketrampilan menjahit yang didapatnya di sekolah, dia membuat tas dan dompet handmade dan eksklusif. Kemampuannya itu juga mengantarkan dirinya meraih beberapa penghargaan.

Naning, jebolan di SMK 1 YPM Sepanjang, Sidoarjo, awal ikut pelatihan Pahlawan Ekonomi & Pejuang Muda Surabaya di Kaza City Mall, tahun 2016. Dia diberitahu temannya terkait program pemberdayaan ekonomi masyarakat tersebut.

“Saya ikut saja. Awal mula, saya diarahkan ikut di kelas jahit modes Pejuang Muda. Setelah beberapa kali, saya bikin dompet,” terangnya saat di temui enciety.co di rumah yang merupakan bengkel produksi  di Jalan Sumur Welut, RT 3 RW 1 Kecamatan Lakarsantri, Surabaya, Selasa (14/1/2020).

Pejuang Muda adalah program pemberdayaan ekonomi turunan dari Pahlawan Ekonomi. Pejuang Muda difokuskan untuk warga Surabaya berusia di bawah 40 tahun yang ingin berwirausaha. “Saya angkatan pertama Pejuang Muda,” cetusnya.

Setelah ikut pelatihan dan punya produk, Naning mendapatkan kesempatan ikut Road Show Pahlawan Ekonomi & Pejuang Muda Surabaya 2016. Road show digelar di 31 kecamatan di Surabaya.

Naning mengisahkan, ketika ikut road show, dia tak sendiri. “Saya tidak bisa naik motor. Saya ajak adik, Istiasih Rahayu (35). Modalnya ya nekat. Waktu awal jualan saya cuma bawa lima dompet. Saya taruh di stan Pejuang Muda. Kalau ada yang laku, saya pulang sekaligus mampir beli bahan. Malamnya, lembur bikin dompet lagi bersama adik,” ujar Naning, mengenang.

Peluang dan kesempatan kembali didapatkan Naning. Dia terpilih ikut Awarding Pahlawan Ekonomi & Pejuang Muda Surabaya 2016 yang digelar di Balai Kota Surabaya. Kali ini, Naning juga dibantu suaminya, Udi Susanto (40) yang bekerja pabrik tekstil di Sidoarjo,

Di event bergengsi itu, Naning membuat tas. Naning diberi tahu mentor creative industry Pahlawan Ekonomi agar membuat produk premium. Pilihannya jatuh pada tas kulit yang dikombinasikan kain motif batik dan tenun.

“Suami yang menyarankan saya bikin tas. Dia beri masukan terkait ukuran dan model tas yang sedang tren di pasaran. Alhamdulillah, tas saya dibeli Bu Risma waktu beliau meninjau stan pameran. Sungguh, saya sangat terkejut dan terharu,” ujar perempuan kelahiran Surabaya, 5 Oktober 1981, ini.

Jawara Creative Industry

Naning Terharu Ingat Tas Buatannya Dibeli Wali Kota Risma
foto:arya wiraraja/enciety.co

Ketrampilan dan kemampuan sebagai pelaku usaha Naning makin bertambah. Dia juga aktif berkonsultasi dengan para mentor terkait kualitas produk. Berikut tren produk-produk handmade sekaligus belajar karakter yang paling disukai di pasaran.

Berkat kegigihannya, Naning  sekarang punya banyak produk handmade. Di antaranya dompet koin, dompet mode, dompet kulit kombinasi, tas selempang, tas mode, tas ransel dan lain sebagainya.

Yang paling menggembirakan, Naning juga dinobatkan menjadi Juara 3 Pahlawan Ekonomi & Pejuang Muda Surabaya Award 2017 Kategory Creative Industry. Dia juga terpilih menjadi Best of The Best Pahlawan Ekonomi & Pejuang Muda Surabaya Award 2019 Category Creative Industry.

Terkait nilai ekonomi, Naning mengaku membandrol produknya dari harga Rp 10 ribu sampai Rp 600 ribu. Soal pemasaran, dia menjual semua produknya di seluruh Sentra UKM milik Pemerintah Kota Surabaya.

Naning juga memasarkan produk di dunia digital lewat Facebook dan Instagram. “Namun, pesanan yang paling banyak itu dari WhatsApp. Biasanya, pesanan paling banyak datang sebelum Ramadan dan Lebaran. Setelah Lebaran, masuk tanggal-tanggal bagus karena banyak yang pesan buat souvernir pernikahan,” papar dia.

Ditanya soal omzet, Naning mengaku meraup Rp 15 juta sebulan. Dia berharap ke depan dapat memiliki gerai sendiri dan memiliki banyak reseller. “Semoga bisa terwujud tahun ini,”cetus Naning. (wh)